Oleh: onewords | Mei 11, 2012

Yeremia 32:41

image

Yeremia 32:41  Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.

Oleh: onewords | Mei 11, 2012

Oprah Winfrey

Image

Ia bangkit dari kegagalan debut besar pertamanya di televisi, tetapi masih dapat berpijak dengan kakinya sendiri.

Tidak seorang pun pernah menyalahkan Oprah Winfrey karena mengambil jalan keluar yang mudah. Meskipun masa kecilnya penuh dengan kerja keras, gadis muda dari Kosciusko, Mississippi itu selalu percaya bahwa ia ditakdirkan untuk menjadi orang hebat

Mungkin dari latar belakang kehidupannya di desa ia belajar untuk “mengubah penderitaan menjadi kebijaksanaan”, seperti yang dikatakannya kemudian. Dan penderitaan tersebut tidaklah sedikit. Ia adalah anak hasil hubungan bebas ibunya dengan seorang tukang servis yang kemudian pergi. Oprah pertama-tama diasuh oleh neneknya di peternakan babi tanpa fasilitas air ledeng. Ia akhirnya tinggal bersama ibunya, yang pindah ke Milwaukee, tempat ia pertama kali mengalami pelecehan seksual dari teman keluarga dan kerabatnya sendiri. Oprah tumbuh menjadi remaja pemberontak. Ketika ia berusia 1 tahun ia tinggal di lingkungan yang buruk dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang meninggal pada usia satu minggu. Karena kehabisan kesabaran, ibu Oprah  mengirimnya untuk tinggal bersama ayahnya—pria yang tak pernah ia kenal.

Di rumah ayahnyalah ia akhirnya mendapatkan disiplin yang dibutuhkannya untuk mengarahkan kecerdasannya yang menonjol. Selalu berprestasi di sekolah dan terkenal karena kemampuannya berbicara, Oprah mengikuti kontes kecantikan lokal dan ia memenangkan beasiswa di Tennessee State University. Ia mulai mempelajari komunikasi siaran dan mendapatkan kerja paruh waktu sebagai reporter di stasiun TV Nashville.

Tiba-tiba langkah seorang anak yang pernah menjadi anak nakal itu tidak dapat dihentikan. Oprah meninggalkan bangku sekolah, pada usia yang masih muda, 19 tahun, untuk menjadi penyiar berita perempuan Afrika-Amerika pertama di Nashville. Dalam waktu tiga tahun, ia bergelut dengan hal itu dan akhirnya bekerja di sebuah stasiun di Baltimore—pangsa pasar yang lebih besar dengan gengsi dan tantangan yang lebih besar pula. Langkah itu menjadi kesalahan tak sengaja Oprah yang paling besar.

Biasanya Oprah bersikap tenang, tetapi sekarang ia kelihatan kehabisan tenaga. Ia lupa membaca kopian naskah sebelum ia tampil di depan kamera. Ia salah mengucapkan “blase”, menempatkan Barbados di suatu tempat di California, dan tertawa kecil di depan kamera karena kesalahan tersebut. Ia mewawancarai korban kebakaran dengan gaya “Bagaimana perasaan Anda setelah mengalami musibah ini?” kemudia menangis di depan kamera dan meminta maaf karena mengeksploitasi emosi perempuan.

Jika manajemen stasiun tidak tertarik dengan sikapnya di depan kamera, mereka tidak senang dengan penampilannya. Mereka mengeluh karena rambutnya terlalu mengembang, hidungnya terlalu besar, dan jarak kedua matanya terlalu jauh. Tergoda untuk membuat penampilan Oprah makin glamour, stasiun tersebut mengirim Oprah ke salon bagus di New York yang melakukan permak dengan sangat buruk, rambutnya rontok. Walaupun tidak bisa menemukan wig yang sesuai, ia tetap tampil di depan kamera (kemudian ia berkata “Anda akan belajar banyak hal mengenai diri Anda bila Anda botak dan hitam dan seorang penyiar berita di Baltimore”).

Dalam jangka waktu satu tahun kejayaan Oprah diba, stasiun tersebut tidak lagi tertarik pada penemuan baru mereka. Mereka mengatakan ia tidak cocok dengan berita televise. Untuk menghindari pemutusan kontraknya, stasiun itu memilih untuk tidak memecat Oprah dan menurunkannya dari penyiar menjadi pembawa acara talkshow bagi ibu rumah tangga di siang hari berjudul “People Are Talking”.

Oprah berkata, “Kegagalan adalah cara Tuhan untuk mengingatkan ‘Anda berjalan di jalan yang salah’.” Namun ia jelas berada di jalan yang benar sekarang. Hari pertamanya di acara talkshow “Rasanya seperti bernafas lega, seperti itulah seharusnya apa yang Anda rasakan.” Acara tersebut adalah acara unggulan dan sebagian besar penontonnya adalah perempuan, yang melihat diri mereka sendiri dalam diri pembawa acara yang bagus, lucu, dan juga manusiawi.

Tujuh tahun kemudian, acara Oprah menarik perhatian sebuah stasiun di Chicago, dan ia diminta pindah untuk membawa acara “A.M. Chicago”. Dalam jangka waktu satu bulan, ia membuat acaranya menjadi acara talkshow yang paling digemari. Pada tahun 1985, acara itu dikembangkan, diberi nama baru “The Oprah Winfrey Show”, dan ditayangkan secara nasional.

Lebih dari 15 tahun kesuksesan yang tidak disangka-sangka, Oprah terus membagikan khususnya perjuangan dan keberhasilannya sendiri dalam forum acaranya: berjuang mengatasi makanan dan lemak (akhirnya ia mencapai berat idealnya), perkara hokum yang dibawa oleh pemilik peternakan (ia memenangkannya), program “sampah TV” yang mendominasi pangsa pasarnya (ia melasat dan meraih rating tertinggi). Meskipun telah melalui itu semua, ia menolak menyebut kegagalannya sebagai kesalahan. “Aku tidak percaya pada kegagalan,” kata Oprah. “Itu bukan kegagalan jika Anda menikmati prosesnya.”

sumber : Laura fitzgerald “30 Success Strories…” BIP – Kelompok Gramedia

Oleh: onewords | Mei 10, 2012

Kisah Para Rasul 17:27-28

image

Kisah Para Rasul 17:27-28  supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

Oleh: onewords | Mei 9, 2012

2 Korintus 1:3-4

image

2 Korintus 1:3-4  Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Oleh: onewords | Mei 8, 2012

Jeremy Lin : Bermain Untuk Memuliakan Tuhan

image

Saturday, March 03, 2012 | Posted by Ronny Dee

Jeremy Lin adalah bintang baru NBA yang terus bersinar dengan membawa klubnya New York Nicks meraih kemenangan demi kemenangan. Sebagai starter dia membuat rekor baru NBA yaitu penjadi pemain pertama yang mencetak point terbanyak dalam lima game yaitu sebanyak 136 point melampaui Shaquille O Neal. Kemunculannya sebagai bintang baru yang langsung melejit dan menarik perhatian publik Amerika termasuk Presiden Obama sendiri yang ikut memantau dan memberikan pujian bagi Lin.

Impact-nya tidak hanya melanda Amerika tapi sampai ke China, Taiwan dan banyak orang di seluruh dunia. Klubnya sendiri kewalahan menjual replika baju dan kaosnya yang bernomor 17 karena telah diserbu oleh fans dan penggemar barunya. Fenomena Lin memunculkan istilah baru “Linsanity” dan kisahnya sendiri diplesetkan sebagai “Linderella Story”.

Kendati dibanjiri pujian, Jeremy Lin tetaplah sosok yang rendah hati dan  religius. Lin memulai setiap pagi dengan devosi sebelum ke gym untuk berolahraga. Saat dia mulai khawatir and cemas, ia akan membisikkan satu ayat.

Dalam banyak kesempatan pula ia -kali saat diwawancara, Lin menegaskan bahwa ia diberikan kesempatan oleh Tuhan dan dia bersyukur bahwa Tuhan memberikan anugerah yaitu kesempatan kepadanya.

Tapi perjuangan Lin untuk tampil di NBA sesungguhnya tidak mudah. Dia sempat menghadapi tantangan yang cukup berat. Dia merefleksikan  kembali pergumulannya dan mengingat ayat favoritnya yang berbicara tentang ketekunan dalam penderitaan. 

Jeremy Lin menggambarkan perjalanan sendiri sejauh ini, ia mengutip Roma 5:3-5, yang berbunyi: “Tidak hanya itu, tetapi kita juga bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan karakter, dan karakter menimbulkan, pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita melalui Roh Kudus, yang telah diberikan kepada kita.

“Alkitab berbicara banyak tentang bagaimana Allah mengambil situasi buruk dan situasi sulit dan ia mengajarkan kita dan dia menggunakan saat-saat penderitaan untuk menarik kita lebih dekat dengan dia dan itulah yang saya mencoba untuk fokus pada saat-saat itu,” kata Lin selama wawancara dengan GoodTV, saluran Kristen Taiwan.

“Bagi saya, ketika saya terjatuh, saya benar-benar mencoba untuk bangkit kembali dan melanjutkan lagi. Saya tidak ingin menyerah karena Allah adalah sumber kekuatan saya.”

Point guard 23 tahun itu telah terjatuh  beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, dimulai dengan perjalanannya untuk masuk ke perguruan tinggi. Penolakan demi penolakan dialaminya dan dia masih dipandang sebelah mata.

Permohonan untuk mendapatkan beasiswa (athletic scholarship) yang ditawarkan ketika masih di high schooI  untuk bisa masuk ke Stanford University sebagai sekolah yang menjadi pilihan utamanya, ditolak. Lin memutuskan setelah enam bulan doa untuk mendaftar di Harvard.

“Bagi saya, saya tidak ingin pergi ke Harvard. Itu seperti pilihan terakhir saya. Tetapi Tuhan menutup semua pintu lain dan membuat sangat jelas bahwa dia ingin aku pergi ke sana sehingga saat melihat ke belakang  saya sangat  bersyukur bahwa saya tidak pernah pergi ke Stanford atau sekolah lainnya, “ungkapnya.

Lin seharusnya sudah bisa bermain basket di NBA di tahun 2010 setelah lulus dari Harvard tetapi sayangnya dia tidak masuk dalam draft seleksi NBA. Donnie Nelson, presiden basketball operations untuk Dallas Mavericks dan juga seorang Kristen yang saleh, memanggil dia dan mengatakan kepadanya bahwa Allah mempunyai rencana yang sempurna baginya. “Dia bilang … ‘Ini bisa jadi hanya … penghalang lain yang Anda miliki untuk diatasi, tetapi Allah berdaulat.” Itu adalah pengingat kepada saya karena ia mengundang saya untuk bermain untuk tim liga musim panas, ” kenangnya.

Setelah bermain di Liga Musim Panas, Lin menerima tawaran untuk bermain di beberapa tim termasuk Mavericks, Los Angeles Lakers dan Golden State Warriors.

Pada akhirnya, ia menandatangani kontrak dua tahun dengan Warriors, tim kesayangannya saat tumbuh dewasa, pada bulan Juli 2010, meskipun ia dibebaskan setelah satu tahun tanpa banyak kesempatan untuk bermain.

Dia kemudian melanjutkan  ke  Houston Rockets yang memberinya kesempatan bermain tapi hanya kurang dari sebulan dilepaskan karena Rockets mengambil pemain lain.

New York Knicks  lalu mengklaim Lin sebagai pemain. Ia hanya duduk di bangku cadangan hingga pada tanggal 4 Februari pelatih Mike D’Antoni  memberikan kesempatan kepada Lin untuk bermain menggantikan Carmelo Anthony karena Carmelo cedera.

Kerendahan hatinya dan luar lapangan, etos kerja keras, dan memuji kepada Allah setiap kesempatan dia mendapat telah memicu sebuah basis penggemar yang luar biasa.

Meskipun terus meraih ketenaran dan popularitas, Lin tetap berkomitmen untuk permainannya, timnya, dan imannya.

“Tuhan memberikan saya sebuah platform unik dan sekarang saya mencoba untuk menggunakannya dengan cara yang benar.”

Ketika Lin mencapai karir tertinggi dalam pertandingan melawan New Jersey Nets pada tanggal 4, rekan setimnya Carmelo Anthony menyarankan kepada pelatih bahwa Lin bermain lebih di babak kedua.

Mengingat lebih banyak kesempatan karena cedera dan kemunduran dari pemain utama lain di timnya, Lin mengejutkan semua orang dan menjadi sensasi semalam ketika ia membantu mengamankan  tujuh kemenangan beruntun bagi Knicks. Sebagai pemain baru, Lin bermain hebat dalam lima laga terakhir, dan mencetak rata-rata 26.8 poin dan 8 assist yang membawa teamnya untuk memenangi kelima laga tersebut.. Mengenai keberhasilannya, Lin berkata itu bukan karena dia tetapi segala yang dilakukannya ada dalam kontrol Allah. “It was all in God’s controll. His fingerprints are all over my story,” kata Lin.

Saya bisa menggunakan televisi nasional dan media untuk berbicara tentang iman saya, untuk berbicara tentang apa yang Tuhan telah lakukan dalam hidup saya, bukan apa yang telah saya lakukan untuk NBA. ”

Lin  mengakui, bagaimanapun, bahwa ia masih berjuang dengan kebanggaan dan “godaan dunia.” Tapi dia mengingatkan dirinya sendiri terus-menerus dari mana identitasnya berada, yaitu dalam Kristus dan bukan pada karir  NBA.

“Untuk memahami bahwa saya tidak bermain untuk apa pun di bumi ini, saya bermain untuk hadiah saya di surga, untuk panggilan di atas seperti yang Rasul  Paulus katakan,  itulah yang  saya terus ingatkan kepada diri saya diri sendiri setiap hari saat bangun tidur.”

“Saya tidak bermain untuk membuktikan apa-apa kepada orang lain,” kata Lin. “Hal itu mempengaruhi permainan dan sukacita saya tahun lalu. Saya merasakan saya perlu membuktikan sesuatu. Tapi saya telah menyerahkan semuanya pada Tuhan. Saya tidak lagi berjuang dengan pendapat orang lain lagi.”

“Saya [harus] benar-benar memahami bahwa saya tidak bermain untuk semua penggemar saya, untuk keluarga saya, bahkan untuk diriku sendiri, saya  benar-benar harus bermain untuk memuliakan Tuhan,” katanya. “Dan ketika orang lain melihat saya bermain basket … cara saya memperlakukan rekan tim saya, lawan, itu adalah cerminan dari gambar Allah dan kasih Allah,  jadi itu hal yang saya mencoba untuk fokus.” Bagi Lin, audiencenya adalah Tuhan. Dia bermain untuk kemuliaan Tuhan.

Di masa depan, Lin berharap menjadi seorang pendeta dan bekerja dengan masyarakat kurang mampu. Dia menggambarkan bahwa beberapa rekan tim dibesarkan dalam keluarga berantakan dan lingkungan miskin, tidak memiliki banyak sumber daya. Dia menginginkan untuk menyinari komunitas tersebut dan membawa Injil kepada mereka juga.

Untuk saat ini, Lin hanya mencoba untuk fokus pada apa yang ada di depannya.”Tapi sekarang saya berfokus pada apa panggilan saya dan misi saya dan segala sesuatu yang lain saya serahkan kepada Allah.”

“Slowly, God revealed more to me. I started learning how to trust in Him, not to focus so much on whether I win or lose but to have faith that God has a perfect plan: For me to put more of an emphasis on my attitude and the way that I play, rather than my stats or whether we win a championship. I learned more about a godly work ethic and a godly attitude, in terms of being humble, putting others above yourself, being respectful to refs and opponents. There are really so many ways you can apply your faith to basketball.”

Sumber : pelitahati.co

Oleh: onewords | Mei 8, 2012

Wahyu 21:3-4

image

Wahyu 21:3-4  Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

Oleh: onewords | Mei 7, 2012

Meneladani Ibu Endang

image

Sindonews.com – Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Pepatah ini mengajarkan kepada kita agar banyak menebar kebaikan kepada sesama agar kelak jika meninggalkan kebaikan itu akan dikenang, bahkan bisa menjadi teladan.

Itulah yang dicontohkan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, yang berpulang ke hadirat-Nya Rabu 2 Mei akibat kanker stadium empat yang menggerogoti paru-parunya. Bagaimana dia menghadapi penyakit ganas yang menderanya dan bagaimana alumnus Harvard University ini tetap menjalankan amanat yang diberikan kepadanya hingga titik akhir serta harus berserah diri merupakan cerita yang layak ditiru siapa pun.

Keteladanan Endang bisa dilihat dari testimoni kolega dan jajarannya di kementerian. Menurut Wakil Menkes Ali Gufron dan Sekjen Kemenkes Ratna Rosita, misalnya, Endang tidak pernah mengeluhkan sakitnya. Walau sedang sakit parah, dia tetap bekerja dan memikirkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat terluar dan daerah terluar. Hanya beberapa pekan saja ketika mulai dirawat, almarhumah tidak bekerja.

Sikap Endang yang patut diapresiasi juga disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan sambutan pada upacara pemakaman jenazah Endang di kompleks pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Kamis 3 Mei 2012. Mantan Menkopolkam itu terkesan dengan semangat Endang ketika mengikuti Safari Ramadan selama berhari-hari.

Walaupun sedang sakit, ibu tiga anak ini mengikuti kegiatan secara penuh dan menjalankan sejumlah agenda kerja tanpa jeda. “Di tengah sakit yang dideritanya, beliau tetap bekerja keras tanpa kenal lelah dan menyerah,” kata SBY.

Sikap dan pendirian yang layak dicontoh bisa dilihat dari pernyataan yang ditulisnya pada 13 April 2011 menyambut penerbitan buku Berdamai dengan Kanker. Endang yang saat itu sudah menginjak bulan kelima divonis menderita kanker stadium lima mengungkapkan kepasrahannya menerima apa pun takdir Yang Kuasa itu.

“Why me? Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT,” tuturnya.

Istri Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Dr Reanny Mamahit, SpOG, MM ini mensyukuri apa pun nasib yang digariskan Tuhan, apalagi selama ini dia sudah merasa bahagi dengan segala karunia yang diberikan-Nya seperti hidup di negara indah dan tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai dan dengan kondisi sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sabar dan baik hati serta dua putra satu putri yang sehat, cerdas, dan berbakti.

“Hidup saya penuh dengan kebahagiaan.So,why not?Mengapa tidak Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencana-Nya yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa siap untuk menjalankannya,” ujar dia.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini pun mengajak sesama penderita kanker untuk berbaik sangka dan menerima semua anugerah-Nya dengan bersyukur.

Endang mengingatkan, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri.“ Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu,”ucapnya. Ketegaran, kepasrahan terhadap Yang Kuasa, dan dedikasi terhadap amanat yang diembannya hanyalah cerita yang hilang bersamaan dengan dikebumikannya Endang.

Tapi paling tidak sikap tersebut bisa menjadi teladan,terutama bagi para pemimpin dan pejabat yang mendapat amanat,bahwa dalam kondisi apa pun harus bersungguh-sungguh mengabdi untuk kepentingan masyarakat dan bangsanya, bukan kepentingan diri sendiri. Kursi dan jabatan adalah kenikmatan sesaat dan tidak punya arti jika tidak dimanfaatkan untuk pengabdian yang berkualitas.(azh)

Sumber : sindonews.com

image

Tak disangka, Steve Wozniak akan hadir di Indonesia. Ada apa gerangan yang membawa Woz ke Indonesia kali ini?

Karyawan urutan no.1 sekaligus co-founder dari Apple Computer Inc., Steve Wozniak atau lebih dikenal dengan Woz, dipastikan akan hadir ke Indonesia untuk mengisi Seminar Innovation and Creativity di Balai Kartini, Jakarta tanggal 17 Juli 2012.

Seminar ini diselenggarakan oleh3Ocean Act. Sebelum tulisan ini diterbitkan, saya dan para admin MakeMac mengkonfirmasi terlebih dahulu kebenaran acara ini. Mengapa? Karena saat kabar ini beredar, website penyelenggara masih sangat mentah dan penuh dengan kalimat khas ‘Lorem Ipsum’. Akhirnya, kabar ini dibenarkan oleh PlasaTiket, penyedia tiket seminar ini.

Untuk menghadiri acara ini, kamu harus merogok kocek cukup dalam. Harga tiket dibagi menjadi tiga kelas:
1. Platinum: Rp 3.500.000,-
2. VIP: Rp 2.500.000,-
3. Gold: Rp 2.000.000,-

Tiket ini dapat kamu beli di PlasaTiket mulai tanggal 7 Mei 2012. Penyelenggara pun menyediakan tiket Early Bird dengan harga lebih murah Rp500.000 dari harga asli dan jumlahnya terbatas.

Sumber : makemac.com

Oleh: onewords | Mei 7, 2012

1 Yohanes 4:10

image

1 Yohanes 4:10  Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Oleh: onewords | Mei 6, 2012

Roma 8:31-32

image

Roma 8:31-32  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.