Oleh: onewords | Agustus 15, 2016


Gloria tidak dilantik Paskribraka krn punya pasport Prancis. Acrandra diragukan warga negara krn punya pasport Amerika.
Saat akan merdeka, Indonesia juga dibantu oleh “orang asing”, di antara nya :

1. Laksamada Muda Maeda Takashi, PD tahun 1930an menjadi atase di Den Haag dan Berlin. Disanalah ia berhubungan dengan banyak pelajar dari Indonesia di antaranya !Nazir Pamuntjak, Achamd Subardjo, Hatta dan Aa Maramis. Rumah Maeda di Jl. Teji Meijidori No.1 (kini Jl. Imam Bonjol) menjadi tempat disusunnya naskah Proklamasi. Maeda mendapatkan Bintang Jasa Naraeya di Upacara Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1973.

2. Muhammad Amin AL-Hussaini, merupakan Mufti Besar Yerusalem dari tahun 1921-1948 yang menentang Zionisme dan pendudukan Yahudi di Palestina. Mendukung kemerdekaan penuh Indonedia, bahkan dimulai setahun sebelum Bung Karno dam Bung Hatta benar-benar memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

3. Muhammad Ali Taher merupakan seorang saudagar kaya berasal dari Palestina. Selama hidupnya Taher memiliki tiga surat kabar yaitu Ashoura, Al-Shahab, dan Al-Alam Al-Masri, yang ketiganya selalu menyuarakan nasionalisme dari negara-negara muslim di Asia dan Afrika termasuk berita tentang Indonesia. Taher juga berkawan dengan Muhammad Amin Al-Hussaini meskipun hubungan mereka naik dan turun karena berbeda pandangan politik.

4. Muriel Stuart Walker lahir di Glasgow, Skotlandia, yang kemudian bermigrasi bersama ibunya ke California, Amerika Serikat. Di sana ia bekerja menjadi penulis naskah di Hollywood. Sekitar tahun 1930 hingga 1932 dia menikah dengan seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat bernama Karl Jenning Pearson. Tahun 1932 ia pindah ke Indonesia, tepatnya ke Bali karena terinspirasi sebuah film berjudul “Bali: The Last Paradise”.
Di Bali diangkat anak oleh raja setempat bernama Anak Agung Nura. Muriel pun lalu merubah namanya menjadi K’tut Tantri yang mempunyai arti “anak keempat”. Lama tinggal di Indonesia membuatnya lancar berbahasa Bali dan Indonesia. Selanjutnya ia mendirikan sebuah hotel di Kuta.

Selama Perang Kemerdekaan Indonesia, sekitar tahun 1945 hingga 1949, Tantri direkrut oleh nasionalis Indonesia bergerilya bersama Bung Tomo dan pejuang lainnya. Ia juga turut menyaksikan Pertempuran Surabaya. Tantri kemudian menjadi penyiar radio “Voice of Free Indonesia” (kini menjadi Voice of Indonesia, sebuah divisi otonom di bawah RRI) dan sempat menjadi penulis pidato bahasa Inggris pertama Bung Karno. Ia membuat beberapa siaran dalam bahasa Inggris dengan target pendengar barat, dan mendapat julukan “Surabaya Sue”. Di awal-awal kemerdekaan Indonesia, siaran radio memegang peranan penting untuk mengirim pesan-pesan bangsa terbaru ke seluruh dunia agar bangsa-bangsa di dunia mengenali kedaulatan Indonesia. Tantri tinggal di Indonesia selama 15 tahun, 1932 – 1947, dan sempat menjadi tawanan tentara Jepang karena tidak mau membantu mereka.

5. Rokus Bernardus Visser
6. Jan Cornelis Princen
7. Bobby Earl Freeber
8. Biju Patnaik
9. John Coast
10. George McTurnan Kahnin
11. Eduard Douwes Dekker
12. Baron van Hoevell
13. …….

Setelah mengetahui banyak “orang asing” yang mendukung Kemerdekaan Indonesia, apakah Kemerdekaan Indonesia menjadi tidak sah, dan harus di ulang kembali dengan hanya didukung oleh Warga Negara Indonesia saja?

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: