Oleh: onewords | Juni 20, 2016


Saat pertandingan final Liga Champion tanggal 25 Mei 2005, terjadilah sebuah kisah dramatis yang tak dapat dilupakan para pencinta sepak bola. Pertandingan final antara AC Milan dan Liverpool diadakan di Istabul Turki dengan dihadiri lebih dari 70.000 orang. Pada 45 menit pertama terjadi tiga gol dan semuanya dicetak oleh pemain AC Milan. Para pemain dan official begitu gembira seolah-olah telah memenangkan pertandingan. Mereka berpikir bila setengah permainan saja telah memasukan tiga gol, tentu setengah permainan berikutnya akan sangat mudah bagi mereka. Seandainya tidak mencetak gol di babak keduapun, mereka telah memenangkan pertandingan.

Saat istirahat lima belas menit, para pemain Liverpool tertunduk lesu dan putus Asa. Mereka dengan jelas mendengar sorak-sorai para pendukung pemain AC Milan di ruang ganti sebelah. Sebagai manajer, Rafael Benitez hanya memiliki waktu yang sangat sedikit dan harus dipakainya dengan tepat. Ia berusaha untuk memompa semangat yang telah hilang di antara pemain. Kata-kata motivasi disampaikan dengan penuh keyakinan, ia berkata bahwa pertandingan belum usai dan mereka adalah Liverpool yang selalu memiliki keyakinan dan semangat pantang menyerah sebelum pertandingan usai. Ia juga kemudian mengubah beberapa susunan pemain dan memainkan strategi baru.

Babak kedua pun dimulai. Sembilan menit setelah peluit dibunyikan, Liverpool mencetak golnya yang pertama. Muncullah sinar harapan bagi para pemain dan supporter. Sungguh luar biasa, dua menit setelah itu Liverpool kembali melesakkan golnya yang kedua. Bahkan empat menit setelah itu, kembali Liverpool memasukkan golnya yang ketiga dan menyamakan skor dengan AC Milan. Ketegangan memuncak karena hingga peluit terakhir dibunyikan skor tetap sama. Dilakukan perpanjangan waktu 30 menit dan ternyata skor tetap tidak berubah. Kemudian dilanjutkan tendangan penalti yang akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan cara yang sangat dramatis. Kisah ini kemudian diabadikan dalam film “Fifteen Minutes That Shook The World”

Mengapa AC Milan bisa kalah? Karena mereka merasa telah memenangkan pertandingan sebelum pertandingan benar-benar usai. Mengapa Liverpool dapat menang? Karena sebenarnya pertandingan belum benar-benar usai dan mereka belum benar-benar kalah.

Dimanapun posisi kita sekarang, sebelum pertandingan selesai masih ada kemungkinan perubahan terjadi.

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: