Oleh: onewords | April 26, 2016


Dua orang psikolog terkenal, David Dunning dan Justin Kruger, menerbitkan sebuah jurnal ilmiah yang menyatakan bahwa ada orang yang sebenarnya tidak berkompeten dalam bidang tertentu, tapi uniknya mereka merasa dirinya sangat ahli di bidang itu melebihi orang lain. Dari situlah kemudian dikenal Dunning-Kruger Effect, orang yang saking bodohnya sampai-sampai tidak menyadari bahwa dirinya bodoh. Pengidap Dunning-Kruger Effect seperti ini sangat banyak. Mudah kita jumpai di sekeliling kita. Mengapa mudah dijumpai? Karena orang-orang seperti ini biasanya ingin terlihat menonjol dibanding yang lain. Kerap mengatakan hal-hal setinggi langit, padahal isinya kosong melompong!

Soal pintar bodoh itu ada tingkatannya. Urutannya seperti ini: Bijak, pintar, bodoh, bebal dan sok tahu.

Mengapa orang bebal punya harapan lebih bahan daripada sok tahu? Karena orang sok tahu biasanya sulit menerima masukan. Ia terlalu tinggi menilai dirinya sendiri, kesombongan itulah yang membuat ia tidak mau berubah.

Lebih baik merasa diri bodoh dan tidak tahu apa-apa daripada merasa pintar dan sudah tahu segalanya. Sikap rendah diri adalah pintu gerbang untuk mendapatkan hikmat dan berbagai-bagai pengetahuan. Sebaliknya, kesombongan membuat kita menutup pintu gerbang pengetahuan.

Bagaimana dengan kita?

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: