Oleh: onewords | Desember 7, 2015


Gunakan Sumber Daya Anda

Sparky tidak mempunyai sesuatu yang berarti bagi dirinya. Dia gagal dalam setiap mata pelajaran di kelas 2 SLTP, dan di SMU, dia jatuh dalam bahasa Latin, Aljabar, Inggris, dan Fisika. Ia membuat tim golf, tetapi dengan cepat kehilangan pertandingan yang terpenting pada musim itu, dan kemudian kehilangan pertandingan hiburan. Dia canggung dalam pergaulan. Selagi di SMU, ia tak pernah sama sekali mengajak seorang gadis untuk berkencan.

Hanya ada satu hal yang penting untuk Sparky—menggambar. Ia bangga akan karya seninya, walau tak seorang pun menghargainya. Ia menyerahkan gambar kartun kepada redaktur dari buku tahunan SMU-nya, tetapi gambar-gambarnya ditolak. Walaupun demikian, Sparky bercita-cita menjadi seorang seniman. Seusai SMU, ia mengirimkan contoh-contoh dari karya seninya kepada studio-studio Walt Disney. Sekali lagi, ia ditolak.

Namun Sparky tidak berhenti! Dia memutuskan untuk menulis sendiri riwayat hidupnya dalam bentuk gambar kartun. Tokoh yang diciptakannya menjadi terkenal di seluruh dunia—menjadi topik bukan hanya dari potongan kartun, melainkan juga buku-buku yang tak terhitung jumlahnya, pertunjukan televisi, dan peluang-peluang yang berlisensi. Sparky ialah Charles Schulz, pencipta dari potongan komik tokoh “Peanuts”. Seperti tokohnya, Charlie Brown, Schulz mungkin tak sanggup berbuat banyak hal. Tetapi ketimbang membiarkan penolakan menghentikan usahanya, ia berbuat yang terbaik dari perkerjaan yang dapat dilakukannya!

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: