Oleh: onewords | Oktober 7, 2015

Amy Biehl


Amy Biehl, 26 tahun, tewas mengenaskan di tangan empat pemuda kulit hitam saat melakukan pekerjaan kemanusiaan di Afrika Selatan. Peter dan Linda Biehl, orangtua Amy, berkunjung ke Afrika Selatan untuk melihat tempat Amy terbunuh. Mereka pun tiba di Guguletu, daerah kumuh tempat para pemuda pembunuh Amy tinggal dan dibesarkan. Melihat kondisi daerah itu, mereka memahami mengapa para pemuda itu tumbuh menjadi pelaku kriminal.

Mereka kemudian mendirikan Yayasan Amy Biehl. Yayasan ini didirikan agar mereka dapat memberikan pelatihan bagi para pemuda Guguketu. Tidak hanya itu, tahun 1998, Peter dan Linda juga menerima dua dari empat pembunuh Amy, ke dalam program pelatihan mereka. “Dengan mengampuni, kami telah membebaskan diri kami sendiri,” begitu Peter Biehl berkata kepada wartawan yang mewawancarainya.

[Roma 12:12] Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: