Oleh: onewords | Desember 23, 2014


Don’t Judge a Book by Its Cover, but…

Pepatah dalam bahasa Inggris di atas mengingatkan kita agar tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Ibaratnya membeli sebuah buku, jangan hanya melihat keindahan sampulnya (Jika sebuah buku yang bermutu tidak laku karena desain sampul yang asal-asalan, siapa yang bisa disalahkan? Pembeli atau penerbitnya?) . Akan tetapi, kecenderungan ini sering kali tidak bisa dihindari.

Ketika Anda bertemu pertama kali dengan seseorang, hal pertama yang tertangkap oleh pancaindra Anda adalah aspek fisiknya, bukan? Mata Anda menangkap wajah dan caranya berpakaian. Telinga Anda menangkap wajah dan caranya berbicara. Dan, hidung Anda mencium aroma badanya. Masalahnya, jika tidak dikendalikan, otak Anda bisa jadi lalu buru-buru mengambil kesimpulan hanya bermodalkan informasi yang minim tersebut. “Hmmm… bajunya tidak rapi, rambutnya pun agak awut-awutan. Seperti dia tipe orang yang pemalas”. Coba ingat-ingat sejenak, barangkali kita pun pernah melakukan penilaian singkat semacam itu. Hal tersebut kadang terjadi tanpa kita sadari, karena otak bawah sadar kita yang saat itu sedang bekerja.

Kita semua harus mengakui bahwa penilaian awal atas kecerdasan, karakter, sifat, dan segala artibut internal seseorang sering kali didasarkan pada evaluasi aspek ekternalnya. Kecenderungan ini berlaku juga pada penilaian kemampuan kepemimpinan seseorang.

WOW Ledearship – Hermawan Kartajaya & Ardhi Ridwansyah

View on Path


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: