Oleh: onewords | Februari 21, 2014

Dibutuhkan Banyak Pekerja


Job Work

Penggangguran semakin hari semakin banyak jumlahnya, seiring makin banyak perusahaan yang bangkrut dan menutup usahanya. Bagi penggangguran, mungkin membaca koran bagian lowongan pekerjaan adalah yang paling menarik hatinya. Dengan rajin mereka membaca satu persatu, yang mana yang cocok dan yang bisa dikerjakan. Ada lowongan sebagai supir, manager, analis, akuntan dan sebagainya.

Sekarang ini, banyak orang menawarkan pekerjaan yang ringan dengan hasil yang besar. Tentu saja ini membuat orang yang membutuhkannya tertarik dan mencobanya. Tetapi setelah dicoba, ternyata tidak juga sesuai dengan apa yang diharapkannya, dan timbullah rasa kecewa, marah dan berbagai perasaan kesal lainnya.
Jumlah pekerja selalu lebih banyak dari lowongan yang disediakan, oleh karena itu timbullah pengangguran. Tetapi di Gereja hal sebaliknya yang terjadi. Dalam Matius 9:37 dikatakan bahwa tuaian banyak, pekerja sedikit. Orang-orang yang mau ikut dalam pelayanan lebih sedikit dibandingkan orang-orang yang harus dilayani.
Setiap 2 atau 3 bulan sekali di gereja ada baptisan air. Setiap orang yang dibaptis, dicatat di dalam daftar anggota. Ada satu cabang Gereja, memiliki kurang lebih 400 anggota, tetapi yang aktif ikut dalam pelayanan hanya di bawah 10 orang. Bagaimana dengan yang lain? Pernah suatu hari, terjadi beberapa peristiwa secara bersamaan, yaitu ada anggota yang mengalami kematian, sakit, menikah, melahirkan, KKR, rapat serta persekutuan. Pengurus kebingungan bagaimana “membagi” anggota yang aktif dalam pelayanan agar dapat melayani anggota-anggota tersebut. Karena jumlah sedikit, akhirnya masing-masing hanya kebagian 1-2 orang saja.
1 Kor 3:10 menjelaskan kepada kita, bahwa dalam membangun jemaat harus terus-menerus. Jangan hanya sampai dari simpatisan menjadi anggota, setelah itu selesai. Tetapi harus sampai anggota tersebut menjadi “emas” (1 Kor 3:12-14), yaitu imannya tahan uji, barulah kita mendapat upah. Hal ini akan menimbulkan masalah jika jumlah pelayan sedikit dibandingkan jumlah yang dilayani. Seperti dalam kasus di atas, perbandingannya adalah 10:400 (atau 1:40). Bagaimana mungkin seorang jemaat memperhatikan serta membangun iman 40 jemaat lainnya. Yang ideal adalah 1:1, yaitu satu jemaat saling memperhatikan dengan jemaat lainnya. Yang satu jatuh, yang lain menolong.
Dengan demikian, Gereja dapat berkembang dalam penginjilan. Jemaat lama menguatkan jemaat baru, jemaat kuat membangun jemaat lemah. Di Gereja banyak sekali lowongan pekerjaan. Hendaknya masing-masing anggota menyadari hal ini. Mungkin jemaat bingung harus ambil bagian apa dalam pelayanan di Gereja? Lowongan terbesar adalah memberi perhatian kepada jemaat lainnya, baik jemaat baru, simpatisan ataupun jemaat lama.
Memberikan perhatian sangat membutuhkan banyak tenaga, waktu dan biaya. Hal ini tidak heran, karena sebenarnya kita sedang membangun dengan “emas”, bukan dengan kayu, rumput kering atau jerami yang mudah terbakar. Kita harus sering mengunjungi, membatu yang sedang kesulitan, mendoakan, memdengarkan masalah mereka, bahkan terkadang harus meminjamkan atau memberikan uang kepada jemaat yang benar-benar terdesak. Hal ini memerlukan kerelaan dan kesiapan hati kita, tetapi jika jemaat yang kita perhatikan menjadi “emas”, maka tidak sia-sialah pekerjaan kita.
By Joko Ginta
Iklan

Responses

  1. Reblogged this on primaputrie.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: