Oleh: onewords | Januari 18, 2014

Doa yang Picik


Saat ini bagsa Indonesia sedang dilanda bencana. Setelah bencana erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, di ikuti dengan bencana banjir di Ibukota Jakarta. Dan pada saat yang hampir bersamaan di Sulawasi Utara, Manado dilanda bencana banjir bandang. Juga daerah-daerah lain di Indonesia dilanda banjir.

Mulai banyak orang bertanya-tanya, siapa yang bersalah akan seluruh bencana yang terjadi di Indonesia. Dan tidak sedikit orang Kristen pun ikut “bertanya” dan mulai menghakimi orang-orang “bersalah”. Bahkan tidak sedikit juga “Hamba Tuhan” ikut menyalahkan pemerintahan dan bahkan menyebut nama pribadi seseorang.

Yang bersifat rohani, tidak sedikit juga orang Kristen mulai berdoa memohon ampun atas dosa-dosa bangsa agar bencana di halau di bangsa Indonesia.

Mengapa kita berdoa seperti itu?

Menurut pandangan saya secara pribadi, sepertinya “doa” orang Kristen untuk memohon ampun dan menghalau bencana tidak begitu benar.

Tuhan yang saya sembah adalah Tuhan yang adil. Dia yang memberikan matahari bagi orang benar dan bagi orang yang berdosa. Tuhan yang sama juga yang memberikan hujan bagi orang benar dan bagi orang yang berdosa. Jadi bencana alam yang terjadi juga akan dirasakan oleh orang yang benar dan orang yang berdosa. Bukan berarti kita yang tidak terkena bencana merupakan orang benar, dan orang yang terkena bencana adalah orang yang berdosa.

Tuhan yang kita sembah, Tuhan yang bisa melakukan semua hal terjadi. Jika merupakan kehendak TUHAN, semua bencana bisa di halau. Dan atas kehendak TUHAN juga semua “bencana” bisa terjadi dimana, di waktu dan saat yang DIA kehendaki.

Di dalam Matius 6:5-15, dalam perikop mengenai “Hal Berdoa” ada beberapa point yang bisa kita ambil intinya.

1. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
2. Berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 3. Mengampuni agar kita juga diampuni oleh Bapa yang di Sorga.

Jadi jika kita ada saat ini tidak merasakan bencana yang terjadi, biarlah kita bersyukur [ini bukan berarti kita tidak berdosa di hadapan Tuhan] dan jika kita terkena bencana, kita juga harus dapat mengucap syukur [ini bukan berarti kita berdosa di hadapan Tuhan], karena Tuhan bisa melakukan apapun kepada orang benar (seperti Ayub) dan juga kepada orang berdosa.

Oleh karena itu, di atas rasa syukur kita saat ini biarlah kita bisa berbuat nyata kepada lingkungan dimana Tuhan telah menetapkan diri kita. Dimanapun kita berada, di tempat yang aman atau pun di tempat bencana, jadilah saksiNya Tuhan, mengucap syukur untuk semua yang terjadi.

GOD bless You, GOD bless INDONESIA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: