Oleh: onewords | Agustus 31, 2013

Fokus Pada Hal Yang Positif


Perbedaan antara kegagalan dan keberhasilan dimulai dari pikiran. Orang-orang yang berhasil biasanya pikirannya selalu dipenuhi dengan saat kemenangan, impian dan dengan semangat yang tinggi terus maju dan akhirnya berhasil. Sedangkan orang-orang yang gagal biasanya selalu membiarkan pikirannya dipenuhi oleh keraguan, ketakutan dan kegagalan masa lalu. Waktu bangun pagi, orang-orang seperti ini selalu memgingat kegagalan yang dialaminya kemarin. Ini salah! Kalau saat ini Saudara masih ketakutan dengan kegagalan masa lalu Saudara, ingatlah bahwa ancaman kegagalan tidak lebih besar dari janji Tuhan. Dan masalah kita tidak lebih besar dari kuasa Tuhan. Dan orang-orang ini juga beranggapan bahwa kegagalan yang dialaminya disebabkan oleh lingkungan, keadaan dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Sebuah riset dilakukan oleh universitas di Amerika. 100 orang yang berusia 45 tahun dipantau selama 20 tahun. Dan ketika mereka mencapai usia 65 tahun, dari 100 orang hanya 1 orang yang berhasil menjadi kaya, 4 orang berkecukupan, 5 orang masih bekerja, 36 orang meninggal dunia, 54 orang sangat miskin. Prosentasi yang gagal ternyata lebih tinggi daripada yang berhasil.

Setelah diteliti ternyata penyebabnya adalah:
1. Mereka tidak pernah menabung.
2. Mereka tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas.
3. Mereka selalu bersikap negatif.

Saudara, walaupun kita mempunyai pekerjaam yang baik, kesempatan dan fasilitas yang baik, tapi kalau kita mempunyai sikap yang negatif, maka akan sulit bagi kita untuk mendapatkan keberhasilan,

Ingat cerita tentang 12 orang pengintai? Mereka terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok 10 orang dan kelompok 2 orang. Kelompok yang terdiri 10 orang mempunyai sikap hati yang negatif. Namun kelompok yang terdiri dari 2 orang, yaitu Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun mempunyai sikap yang positif. Kedua belas pengintai itu mengalaki hal yang sama; memikul berat yang sama, mendaki gunung yang sama. Perbedaannya terletak pada sikap hati yang berbeda.

Seorang pendeta yang dijebloskan dalam penjara di Cina selama puluhan tahun membersihkan kotoran manusia bersama penghuni penjara lainnya sebagai tugas sehari-harinya. Banyak dari mereka yang tidak tahan menjalani tugas dan siksaan tersebut, sehingga tidak sedikit dari mereka yang akhirnya meninggal dunia. Namun, herannya, pendeta itu terus bertahan.

Ketika ditanyakan mengapa ia bisa bertahan, ia mengatakan demikian: “Saya tidak punya kesempatan untuk melihat kotoran itu. Saya terus bekerja dan menganggap bahwa kotoran itu adalah tanah biasa yang harus saya pindahkan. Pikiranku hanya tertuju kepada Allahku, karena disanahlah aku bisa bebas memuji Tuhan tanpa ada orang yang bisa melarang”. Rupanya di tengah-tengah situasi yang paling buruk, pendeta ini masih bisa melihat hal yang positif.

Sebuah penelitian dilakukan bagi prajurit-prajurit Amerika yang pernah bertugas dan dipenjara di Vietnam. Dalam penelitian itu, ada sekelompok prajurit yang ketika bebas dan kembali ke rumah mereka di Amerika, kondisi fisik dan jiwa mereka baik. Sedangkan ada kelompok yang lain mengalami sakit dan ada yang meninggal dunia. Penelitian ini menemukan, ternyata kelompok prajurit yang pertama, selama dalam penjara tetap melakukan olahraga. Alasan mereka adalah agar ketika keluar dari penjara, kondisi mereka tetap kuat. Mereka juga membuat harapan-harapan ke depan yang positif, walaupun mereka sendiri tidak yakin apakah mereka bisa keluar dari penjara.

Namun berbeda dengan kelompok yang kedua. Mereka hanya tidur, mengeluh dan terus bersedih menatapi nasib mereka. Padahal kelompok pertama dan kelompok kedua berada dalam penjara yang sama, makan makanan yang sama, mengalami penderitaan yang sama. Perbedaaannya, kelompok yang pertama bisa melihat hal yang positif. Dan kelompok inilah yang akhirnya dapat keluar dan tetap bertahan.

Apa artinya melihat hal yang positif? Melihat Tuhan lebih besar dari masalah kita. Janji Tuhan lebih besar dari kata-kata ancaman musuh. Oleh karena itu renungkanlah janji Tuhan, bukan kata-kata yang menyakitkan karena kata-kata yang menyakitkan itu akan mematikan kita. Jangan merenungkan hal-hal yang buruk, karena jika melakukannya kita tidak akan pernah mengalami kebahagiaan. Kebahagiaan terjadi ketika kita dapat melihat hal yang positif dalam hidup kita. Jangan terintimidasi dengan kata-kata musuh. Lihatlah selalu kesetiaan Tuhan dalam segala kondisi, sehingga kita bisa tetap tenang apapun masalah yang kita hadapi.

Sikap positif adalah pemacu bagi diri kita sendiri. Akarnya di dalam, tapi buahnya terlihat ke luar. Mulailah melihat hal yang positif dan lihatlah satu saat akan keluar buah yang positif. Sikap kita saat ini adalah pandangan ke depan dari hasil kejadian masa lalu dan dengan melihat hal yang positif, mari kita memperbaharui masa depan kita. Sekalipun gelap di depan, maju terus, jadilah positif dan Tuhan akan memberkati kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: