Oleh: onewords | Mei 11, 2012

Oprah Winfrey


Image

Ia bangkit dari kegagalan debut besar pertamanya di televisi, tetapi masih dapat berpijak dengan kakinya sendiri.

Tidak seorang pun pernah menyalahkan Oprah Winfrey karena mengambil jalan keluar yang mudah. Meskipun masa kecilnya penuh dengan kerja keras, gadis muda dari Kosciusko, Mississippi itu selalu percaya bahwa ia ditakdirkan untuk menjadi orang hebat

Mungkin dari latar belakang kehidupannya di desa ia belajar untuk “mengubah penderitaan menjadi kebijaksanaan”, seperti yang dikatakannya kemudian. Dan penderitaan tersebut tidaklah sedikit. Ia adalah anak hasil hubungan bebas ibunya dengan seorang tukang servis yang kemudian pergi. Oprah pertama-tama diasuh oleh neneknya di peternakan babi tanpa fasilitas air ledeng. Ia akhirnya tinggal bersama ibunya, yang pindah ke Milwaukee, tempat ia pertama kali mengalami pelecehan seksual dari teman keluarga dan kerabatnya sendiri. Oprah tumbuh menjadi remaja pemberontak. Ketika ia berusia 1 tahun ia tinggal di lingkungan yang buruk dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang meninggal pada usia satu minggu. Karena kehabisan kesabaran, ibu Oprah  mengirimnya untuk tinggal bersama ayahnya—pria yang tak pernah ia kenal.

Di rumah ayahnyalah ia akhirnya mendapatkan disiplin yang dibutuhkannya untuk mengarahkan kecerdasannya yang menonjol. Selalu berprestasi di sekolah dan terkenal karena kemampuannya berbicara, Oprah mengikuti kontes kecantikan lokal dan ia memenangkan beasiswa di Tennessee State University. Ia mulai mempelajari komunikasi siaran dan mendapatkan kerja paruh waktu sebagai reporter di stasiun TV Nashville.

Tiba-tiba langkah seorang anak yang pernah menjadi anak nakal itu tidak dapat dihentikan. Oprah meninggalkan bangku sekolah, pada usia yang masih muda, 19 tahun, untuk menjadi penyiar berita perempuan Afrika-Amerika pertama di Nashville. Dalam waktu tiga tahun, ia bergelut dengan hal itu dan akhirnya bekerja di sebuah stasiun di Baltimore—pangsa pasar yang lebih besar dengan gengsi dan tantangan yang lebih besar pula. Langkah itu menjadi kesalahan tak sengaja Oprah yang paling besar.

Biasanya Oprah bersikap tenang, tetapi sekarang ia kelihatan kehabisan tenaga. Ia lupa membaca kopian naskah sebelum ia tampil di depan kamera. Ia salah mengucapkan “blase”, menempatkan Barbados di suatu tempat di California, dan tertawa kecil di depan kamera karena kesalahan tersebut. Ia mewawancarai korban kebakaran dengan gaya “Bagaimana perasaan Anda setelah mengalami musibah ini?” kemudia menangis di depan kamera dan meminta maaf karena mengeksploitasi emosi perempuan.

Jika manajemen stasiun tidak tertarik dengan sikapnya di depan kamera, mereka tidak senang dengan penampilannya. Mereka mengeluh karena rambutnya terlalu mengembang, hidungnya terlalu besar, dan jarak kedua matanya terlalu jauh. Tergoda untuk membuat penampilan Oprah makin glamour, stasiun tersebut mengirim Oprah ke salon bagus di New York yang melakukan permak dengan sangat buruk, rambutnya rontok. Walaupun tidak bisa menemukan wig yang sesuai, ia tetap tampil di depan kamera (kemudian ia berkata “Anda akan belajar banyak hal mengenai diri Anda bila Anda botak dan hitam dan seorang penyiar berita di Baltimore”).

Dalam jangka waktu satu tahun kejayaan Oprah diba, stasiun tersebut tidak lagi tertarik pada penemuan baru mereka. Mereka mengatakan ia tidak cocok dengan berita televise. Untuk menghindari pemutusan kontraknya, stasiun itu memilih untuk tidak memecat Oprah dan menurunkannya dari penyiar menjadi pembawa acara talkshow bagi ibu rumah tangga di siang hari berjudul “People Are Talking”.

Oprah berkata, “Kegagalan adalah cara Tuhan untuk mengingatkan ‘Anda berjalan di jalan yang salah’.” Namun ia jelas berada di jalan yang benar sekarang. Hari pertamanya di acara talkshow “Rasanya seperti bernafas lega, seperti itulah seharusnya apa yang Anda rasakan.” Acara tersebut adalah acara unggulan dan sebagian besar penontonnya adalah perempuan, yang melihat diri mereka sendiri dalam diri pembawa acara yang bagus, lucu, dan juga manusiawi.

Tujuh tahun kemudian, acara Oprah menarik perhatian sebuah stasiun di Chicago, dan ia diminta pindah untuk membawa acara “A.M. Chicago”. Dalam jangka waktu satu bulan, ia membuat acaranya menjadi acara talkshow yang paling digemari. Pada tahun 1985, acara itu dikembangkan, diberi nama baru “The Oprah Winfrey Show”, dan ditayangkan secara nasional.

Lebih dari 15 tahun kesuksesan yang tidak disangka-sangka, Oprah terus membagikan khususnya perjuangan dan keberhasilannya sendiri dalam forum acaranya: berjuang mengatasi makanan dan lemak (akhirnya ia mencapai berat idealnya), perkara hokum yang dibawa oleh pemilik peternakan (ia memenangkannya), program “sampah TV” yang mendominasi pangsa pasarnya (ia melasat dan meraih rating tertinggi). Meskipun telah melalui itu semua, ia menolak menyebut kegagalannya sebagai kesalahan. “Aku tidak percaya pada kegagalan,” kata Oprah. “Itu bukan kegagalan jika Anda menikmati prosesnya.”

sumber : Laura fitzgerald “30 Success Strories…” BIP – Kelompok Gramedia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: