Oleh: onewords | Maret 10, 2010

Menuai Panen


Almarhum Spencer Penrose, yang saudaranya adalah seorang pemimpin politik di Philadelphia pada akhir abad kesembilan belas, dianggap “kambing hitam” dari keluarganya. Ia memilih untuk tinggal di Barat, dan bukannya di Timur. Pada tahun 1891, setelah wisuda dari Universitas Harvard, ia pergi ke Colorado Springs. Tidak lama sesudah itu, ia mengirim telegram kepada saudaranya meminta bantuan $1.500 supaya ia dapat berkarya dalam usaha pertambangan. Saudaranya hanya mengirim $150—cukup untuk ongkos kereta api pulang—dan memperingatkan dia agar mengurungkan niatnya dalam pertambangan.

Bertahun-tahun kemudian, Spencer kembali ke Philadelphia dan menyerahkan $75.000 dalam bentuk koin emas—sebagai pembayaran, katanya, untuk “investasi”-nya dalam usaha pertambangan. Saudaranya tentu saja terkejut. Namun saudaranya ragu-ragu menerima uang itu dan mengingatkan dia bahwa ia telah melarang usaha itu dan hanya mengirimnya $150. Spencer menjawab, “Itulah sebabnya aku hanya memberimu $75.000. Jika sekiranya engkau mengirimkan $1.500 seperti yang kuminta, aku tentu akan memberimu sekarang tiga perempat juta dolar.”

Tiada yang diinvestasikan, maka tiada yang diperoleh. Setiap panen menuntut adanya benih awal. Bersikaplah dermawan dalam penyebaran benih. Tanamilah lahan yang baik, maka Anda dapat mengharapkan imbalan yang baik pula.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: