Oleh: onewords | Maret 8, 2010

Gunakanlah Sumber Daya Anda


Sparky tidak mempunyai sesuatu yang berarti bagi dirinya. Dia gagal dalam setiap mata pelajaran di kelas 2 SLTP, dan di SMU, dia jatuh dalam bahasa Latin, aljabar, Inggris dan fisika. Ia membuat tim golf, tetapi dengan cepat kehilangan pertandingan yang terpenting pada musim itu, dan kemudian kehilangan pertandingan hiburan. Dia canggung dalam pergaulan. Selagi di SMU, ia tak pernah sama sekali mengajak seorang gadis untuk berkencan.

Hanya ada satu hal yang penting untuk Sparky—menggambar. Ia bangga akan karya seninya, walau tak seorang pun menghargainya. Ia menyerahkan gambar kartun kepada para redaktur dari buku tahunan SMU-nya, tetapi gambar-gambarnya ditolak. Walaupun demikian, Sparky bercita-cita menjadi seorang seniman. Seusai SMU, ia mengirimkan contoh-contoh dari karya seninya kepada studio-studio Walt Disney. Sekali lagi, ia ditolak.

Namun Sparky tidak berhenti! Dia memutuskan untuk menulis sendiri riwayat hidupnya dalam bentuk gambar kartun. Tokoh yang diciptakannya menjadi terkenal di seluruh dunia—menjadi topic bukan hanya dari potongan kartun, melainkan juga buku-buku yang tak terhitung jumlahnya, pertunjukan televisi, dan peluang-peluang yang belisensi. Sparky ialah Charles Schulz, pencipta dari potongan komik tokoh “Peanuts.” Seperti tokohnya, Charlie Brown, Schulz mungkin tak sanggup berbuat banyak hal. Tetapi ketimbang mebiarkan penolakan menghentikan usahanya, ia berbuat terbaik dari pekerjaan yang dapat dilakukannya!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: