Oleh: onewords | Oktober 22, 2009

Kisah Kasih Allah


Adakah perasaan manusia yang lebih dahsyat daripada perasaan dikhianati? Tanyakan pada seorang siswa sekolah yang dicampakkan oleh pacarnya demi seorang pemandu sorak yang cantik. Atau dengarkanlah lagu-lagu country di radio dan perhatikanlah lirik-lirik lagunya tentang perselingkuhan. Atau perhatikan berita berbagai pembunuhan yang ditulis di surat kabar, betapa banyak di antaranya yang dilatarbelakangi oleh pertengkaran di antara 2 orang kekasih.

Di Perjanjian Lama, melalui pernikahan Hosea, Allah memperlihatkan secara tepat dan terang-terangan bagaimana rasanya mengasihi seseorang dengan sepenuh hati, tetapi kasih-Nya itu tak berbalas. Bahkan Allah, dengan segenap kuasa-Nya, tidak akan memaksa seorang manusia untuk mengasihi-Nya.

Banyak orang berpikir bahwa Allah adalah suatu kuasa tanpa kepribadian, kurang lebih menyerupai hokum gravitasi. Kitab Hosea menampilkan hamper kebalikan dari pemikiran itu: Dia adalah Allah yang penuh dengan perasaan, amarah, air mata, dan kasih. Dia adalah Allah yang berduka atas penolakan Israel terhadap diri-Nya (Hosea 11:8).

Allah Maha Pengasih tak ingin membagi pengantin-Nya dengan siapapun juga. Namun, ajaibnya, ketika Israel memalingkan wajah dari Allah, Dia tetap setia pada Israel. Allah bahkan rela menderita dengan harapan bahwa suatu hari pengantin-Nya akan kembali lagi pada-Nya.

Hosea, dan kemudia Yesus, membuktikan bahwa Allah memiliki kerinduan tidak untuk menghukum, tetapi untuk mengasihi. Bahkan sesungguhnya, Allah begitu mengasihi kita hingga Dia memberikan Putra-Nya untuk mati bagi kita!

Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim menyerahkan engkau, hai Israel?….Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak (Hosea 11:8)

Karena Kasih, Juruselamat mati menggantikanku, mengapa Dia begitu mengasihiku? Tanpa perlawanan, Dia memikul salib Kalvari. Mengapa Dia begitu mengasihiku?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: