Oleh: onewords | Oktober 20, 2009

Memanfaatkan Waktu Luang


Suatu iklan di surat kabar menampilkan tiga orang yang sedang menunggu bus kota. Dua diantaranya terlihat bosan dan tak bergairah, sementara orang ketiga tampak dengan senang memainkan permainan yang ada di suatu piranti elektronik mini. “Memanfaarkan waktu luang Anda,” demikian tulis iklan itu. “Waktu luang adalah waktu di sela-sela segala hal lain yang harus Anda lakukan.” Tujuan iklan itu adalah menjual piranti portable ini sehingga orang dapat mengisi waktu luang yang berlalu.

Saya menduga, banyak dari kita telah mendengar baik memanfaatkan sedikit waktu luang yang ada ketika menunggu, dengan membaca buku, atau menghafal ayat, atau mendoakan teman. Yang membuat kita gelisah dan frustasi adalah ketika kita harus menunggu dalam waktu lama dengan penuh ketidakpastiaan dan keragu-raguan.

Rasul Paulus menantang umat Kristen di Efesus: “Perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:15-16). Seorang ahli bahasa Yunani, Kenneth Wuest, menyatakan bahwa waktu di sini mengacu pada “masa-masa yang tepat guna dan tepat waktu” dan memiliki makna “mempergunakan secara bijak dan kudus setiap kesempatan untuk berbiuat kebaikan.”

Di dalam masa ketika kita berpikir, “Mengapa saya ada dalam situasi ini dan kapan saya akan terlepas dari ini?”, adalah lebih baik untuk memikirkan apa saja kesempatan yang diberikan Allah kepada kita daripada berfokus pada hambatan-hambatan yang kita hadapi. Itulah cara terbaik untuk memanfaatkan waktu luang kita.

Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:15-16)

Nantikanlah, dan dalam penantian, dengarkanlah pimpinan-Nya; Jadilah kuat, kekuatanmu untuk setiap hari senantiasa disediakan. Majulah di dalam iman, kiranya hatimu memiliki keberanian; Tiada kekecewaan ketika bersama dengan Tuhan.


 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: