Oleh: onewords | November 27, 2008

Mau Kaya! Kerja?


succesBanyak orang yang mengharapkan suatu keadaan di mana mereka bisa menjadi kaya. Hal ini terbukti begitu banyaknya orang yang berbondong-bondong mempelajari buku yang dikarang oleh Robert Kiyosaki. Dalam beberapa bukunya Robert Kiyosaki menceritakan begitu mudahnya menghasilkan uang dengan menempatkan aset yang kita miliki untuk menjadi aset yang lainnya.

 

Bahkan banyak orang yang berpikiran “sempit” sehingga memiliki prinsip “buat apa kerja, lebih baik menjadi pengusaha”. Memang ada beberapa hal yang benar dalam Robert Kiyosaki tersebut. Tetapi jika kita lihat kondisi yang terjadi pada saat itu, hal ini berbeda dengan keadaan yang ada di Indonesia. Tidaklah semudah membalikkan tangan untuk menjadi seorang yang berhasil. Tetapi tidak juga sesulit gajah melewati lubang jarum untuk menjadi seorang yang berhasil.

 

Keberhasilan yang banyak di artikan dengan memiliki kekayaan atau penghasilan besar ternyata tidak berdampak menjadikan keluarga yang seutuhnya. Banyak orang di sekeliling kita yang memiliki kekayaan yang begitu banyak, tetapi tidak memiliki keluarga yang seutuhnya. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu “kekayaan”, “kekayaan” perlu tetapi bukan yang terpenting.

 

familystudiesKita harus berusaha semaksimal mungkin mencari kekayaan seakan kita akan hidup sepanjang masa di dunia ini, tetapi kita juga harus bersekutu dengan Tuhan dan keluarga seakan kita hanya hidup pada hari dan jam ini.

 

Banyak hal yang dapat kita pelajari dalam kehidupan ini, seekor semut

biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Ini berarti kita harus bekerja keras selagi ada waktu, tidak ada waktu untuk melepaskan lelah. Tetapi juga harus kita ketahui bahwa sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah—sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai—Nya pada waktu tidur.

 

Oleh karena itu, jika kita mau “Kaya” hal yang terpenting adalah “Kerja”. Apapun kondisi, keadaan, situasi yang ada di hadapan kita, kerja adalah hal yang terpenting yang dapat kita kerjakan untuk menciptakan dan menghasilkan perubahan yang lebih baik. Kerja-kanlah segala sesuatunya yang kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia.

 

 

Jakarta, 27 Nop. 08


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: