Oleh: onewords | Oktober 22, 2008

Lance Armstrong


 

Pembalap sepeda terbaik dunia ini berjuang melawan kanker dan muncul kembali dengan lebih kuat, lebih cepat, dan makin mencintai olahraga tersebut.

 

Pada tanggal 1 Oktober 1996, Lance Armstrong tercatat sebagai salah satu pembalap sepeda papan atas dunia. Ia telah memenangkan Kejuaraan Dunia Balap Sepeda (The World Cycling Championship). Ia telah memenangkan Kejuaraan Balap Nasioanal Amerika (The U.S. National Road Race Championship) dengan jarak yang paling jauh dalam sejarah kejuaraan balap. Dan ia baru saja menandatangani kontrak untuk mendukung tim balap Prancis yang prestisius selama dua tahun dengan bayaran 2,5 juta dolar Amerika.

 

Pada tanggal 2 Oktober ia menjadi pasien kanker.

 

Di awal minggu itu, ia memuntahkan banyak darah, dan menemukan bahwa testisnya bengal sebesar jeruk. Kunjungan ke dokter mengungkapkan adanya kanker testis yang telah menyebar ke paru-paru dan otak. Ketika operasi darurat dijadwalkan saat itu juga, dokter yang memberi konsultasi pada Lance mengatakan bahwa kesempatan berhasil 50%–tetapi kemudian mengakui bahwa kesempatan hidup sebenarnya hanyalah 3%.

 

Namun Lance tidak pernah meyerah begitu saja. Dibesarkan hanya oleh seorang ibu pekerja keras di kota Texas di daerah pinggiran yang sederhana, ia belajar bersepeda sejak masih muda, berlomba maithlons pada usia 15 tahun, dna memenangkan mendali serta hadiah uang dengan cukup cepat. Bersepeda 20 mil per hari dan latihan renang, rute tersebut menjadi jalan keluar bagi Lance. “Mungkin jika aku mengayuh sepedaku cukup jauh di jalan ini,” pikirnya, “hal itu akan mengeluarkanku dari sini.”

 

Lance dikenal sebagai pembalap yang gagah dan pantang menyerah, sifat yang diwarisi dari ibunya. Ibunya pernah sekali mendapati ia kelelahan dan hampir berhenti di akhir lomba triarthlon. “Anakku,” katanya “kamu tidak boleh berhenti… meskipun kamu harus berjalan.” Lance menyelesaikan perlombaan itu, sampai garis finis.

 

Bagi Lance, kanker adalah semacam perlombaan—tetapi kali ini ia melawan waktu. Lance menghadapi penyakitnya sama seperti ketika ia berlomba sepedanya. Ia menjalani operasi untuk menghilangkan tumor dan kemudian kemoterapi selama berbulan-bulan. Untuk pertama kalinya pembalap sepeda yang pernah ada—yang kapasitas erobiknya paling tinggi dalam penelitian laboratorium di seluruh negeri—tulangnya menjadi lemah, tidak mampu mengayuh sepedanya sekalipun hanya di sekitar rumah.

 

Namun ketika penyakit itu melemahkannya secara fisik, cobaan itu justru menguatkannya secara spritual. Kemoterapi selesai dan secara ajaib ia bebas dari kanker, ia pelan-pelan kembali berlatih dan menyadari bahwa kanker telah memberinya karunia yang tidak terduga: perasaan cinta pada sepeda yang baru dirasakannya. Sebelumnya, sepeda baginya hanyalah “Alat untuk mencapai tujuan… sumber potensial untuk mencapai kekayaan dan popularitas.” Sekarang sepeda menjadi simbol dari mantranya setelah menderita kanker, “Jika saya masih bisa bergerak, itu artinya saya tidak sakit.”

 

Yang lebih mengejutkan lagi, kanker menyingkirkan hal yang menghambat Lance yaitu kelebihan berat badan. Lance dulu dikenal sebagai pembalap satu hari yang hebat tetapi tidak sehebat itu dalam stage race, perlombaan yang berlangsung beberapa hari dan minggu yang memerlukan kemampuan untuk mendaki daerah yang bergunung-gunung untuk mencetak pembalap kelas dunia. Ia hanya pernah sekali menyelesaikan Tour de France, mundur karena kelelahan dan kecelakaan di tahun-tahun yang lain. Para pelatih dan temannya mengingatkannya kalau bobotnya terlalu berat untuk dakian yang curam. Dengan tubuh yang kuat, Lance yakin dapat memaksakan dirinya naik ke atas, mengabaikan beban yang harus dibawanya.

 

Namun setelah sembuh dari kanker, bobot tubuhnya menjadi 58,5 kg, lebih ringan 6,3 kg dibandingkan berat badanya semula ketika berlomba. Dan ketika ia mendaki jalur latihan di Pergunungan Blue Ridge—dan terus mendaki—ia merasakan ada sesuatu yang berubah. Akhirnya ia siap untuk menjadi pembakap terbaik dunia—dalam segala perlombaan, dalam segala medan, dalam segala kondisi.

 

Kesadaran ini membawanya ke Tour de France 1999. Dalam perlombaan waktu awal, ia meraih hadiah maillot jaune, baju kuning yang dipakai oleh pembalap terdepan. Meskipun baju tersebut berpindah pada pembalap lain di tengah perlombaan tersebut, ia segera dapat merebutnya kembali saat perlombaan menjadi sulit di dekat Alpen, tempat ia gagal sebelumnya. Ketika perlombaan mencapai titik yang paling berat—di atas bukit melalui hujan yang dingin—Lance melaju, dengan waktu jeda 2 menit 20 detik, menjadi 6 menit 3 detik.

 

Ketika pembalap lain mencapai garis akhir di Paris, Lance melaju dengan waktu terdepan yang tidak diragukan lagi 7 menit 37 detik. Ia mencapai garis akhir disertai kemenangan lain: istrinya hamil melalui intro fertilization setelah kanker membuatnya tidak subur.

 

Lance memenangkan Tour de France kembali pada tahun 2000, 2001, 2002, dan 2003, tetapi ia menulis; “Kenyataannya adalah, jika Anda meminta saya untuk memilih antara memenangkan Tour de France atau kanker, saya akan memilih kanker… karena apa yang telah diberikannya pada saya sebagai seorang manusia, pria, suami, anak dan ayah.” Ketika melawan kanker, ia mengalahkan musuh tersebesar kehidupan: kegagalan. Ia menolak perakiraan bahwa ia tidak akan sembuh karena ia memiliki harapan. Ia memiliki keyakinan—dalam keberaniannya, akan masa depan, pada dirinya sendiri—mengalahkan keraguan.

 

Lance merangkan hal itu dengan sangat bagus. “Saya tahu sekarang mengapa orang takut dengan kanker. Karena kanker itu lambat dan mematikan; itulah definisi yang sebenarnya dari sinisme dan kehilangan semangat.

 

“Maka, maka saya percaya.”

 

 

(1 Korintus 10:13) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

 

 

 

 

Sumber : Laura Fitzgerald (30 Success Stories) 


Responses

  1. tolong dikirimkan email lance. terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: