Oleh: onewords | Agustus 27, 2008

Cita-cita


Waktu kecil sering kali kita ditanya oleh orang tua, guru atau siapa saja, apa cita-cita kita setelah besar. Banyak di antara kita yang bercita-cita sebagai dokter, tentara, guru, pelukis, pengusaha atau apa saja yang ada dalam benak kita. Dan kebanyakan cita-cita akan setinggi mungkin untuk menyenangkan orang tua kita.

 

Lalu apakah semua cita-cita kita sewaktu masih kecil itu telah tercapai? Mungkin, sebagian ada yang tercapai, tetapi banyak juga di antara kita yang tidak atau belum mencapai cita-cita.

 

Hal yang serupa saya tanyakan kepada anak saya yang berumur 6 tahun. “Apa cita-cita kamu setelah besar nanti?”

 

“Cita-cita?” tanya dia mengulang pertanyaan saya.

 

“Ya, cita-cita kamu setelah besar nanti?” tanya saya kembali.

 

“Saya belum tahu, tapi cita-cita daddy apa?” tanyanya kembali ke saya.

 

Lalu dengan sedikit berpikir saya menjawab, “Daddy kan sudah tua, jadi daddy sudah tidak punya cita-cita.”

 

“Daddy memang sudah tua, tapi bagi Yesus, daddy masih kecil, belum tua dan masih memiliki cita-cita,” jawabnya

 

Jawaban yang sangat mengejutkan bagi saya. Memang itulah adanya. Tidak perduli berapapun usia kita saat ini. Kita adalah masih kecil di mata Yesus, dan kita masih mempunyai waktu untuk mencapai cita-cita yang menyenangkan Yesus. Banyak jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran, kini saatnya kita mencapai cita-cita kehidupan kita untuk masa depan kita. Tuhan Yesus memberkati.

 

Jakarta, 27 Agustus 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: