Oleh: onewords | Mei 31, 2011

Menakar Dan Mengukur

31 May 2011

Bacaan Setahun :
   Ayub 7-9

Nats :
… ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu … (Lukas 6:38)

Menakar Dan Mengukur

Lukas 6:37-38

Seorang tua sedang merenung. “Dulu saya lahir dari keluarga miskin. Ketika melihat orang kaya, saya bertanya-tanya mengapa mereka egois, tidak mau menolong orang miskin memperbaiki masa depan, bahkan tak jarang malah memandang rendah? Namun, ketika kemudian saya menjadi kaya setelah bekerja keras, saya merasa orang miskin itu malas, tak mau berinisiatif, maunya ditolong, iri, dan tak pernah berterima kasih?” Pak tua itu menggeleng-geleng menyadari kontradiksi di hati dan perasaannya. Mengapa begini?

Tak jarang dalam hidup ini, kita memiliki standar ganda dalam “menakar dan mengukur”. Kita kerap menilai orang lain dari “takaran” atau pandangan subjektif kita, dan tak mampu memahami orang lain dari sudut pandang orang itu. Kita kerap menuntut orang lain bersikap dan berbuat seperti yang kita mau, padahal kita sendiri belum tentu melakukan yang sebaliknya. Ketika berbuat salah, kita tak ingin dihakimi. Sebaliknya, ingin dimaafkan dan dibantu keluar dari kesalahan. Ketika membeli, kita menginginkan barang yang berkualitas dengan harga bagus, dan akan sangat marah jika dibohongi. Ketika susah, kita ingin orang lain menolong.

Apabila kita rindu tidak dihakimi, biarlah kita jangan menghakimi. Apabila kita rindu dimaafkan ketika bersalah, biarlah kita jangan menghukum, tetapi mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sebab ukuran yang kita pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepada kita. Perhatikan ayat 38 “berilah”: pengampunan, maaf, kesabaran, kebaikan, pengertian, dukungan, kekuatan, kesempatan, pertolongan. “… dan kamu akan diberi, ” demikian sabda Kristus. Mau bukti? Coba terapkan janji Tuhan ini –SST

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 30, 2011

Tuhan Sudah Tahu

30 May 2011

Bacaan Setahun :
   Ayub 4-6

Nats :
Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu! (Matius 4:7)

Tuhan Sudah Tahu

Matius 4:1-11

Seorang pembuat boneka kayu yang terkenal membuat boneka kayu yang sangat bagus untuk anak perempuannya. Suatu saat, boneka itu terjatuh hingga beberapa bagiannya terlepas. Sambil menangis, si anak membawa boneka itu kepada ayahnya. “Tinggalkan saja bonekamu. Ayah akan memperbaiki setiap bagian satu per satu.” Namun, anaknya tidak sabar, “Tidak, Ayah. Itu terlalu lama. Ayah hanya perlu menaruh lem di sini, memaku bagian ini, dan menyambung yang ini”. Si pembuat boneka meminta anaknya bersabar dan memercayakan boneka rusak itu kepadanya. Sayang, si anak keras kepala dan pergi membawa boneka rusaknya.

Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Iblis berusaha mencobai Yesus dengan membawa-Nya ke beberapa tempat dan memberitahukan apa yang harus dilakukan Yesus. Semua yang diberitahukan Iblis memang tampak masuk akal, tetapi di balik itu semua Iblis ingin Yesus menyembahnya. Namun, Yesus adalah Tuhan. Dia tidak perlu diberi tahu apa yang harus Dia lakukan dan apa yang tidak. Sebab, Dia jauh lebih tahu alasan di balik setiap permintaan kita. Dia tahu kapan dan bagaimana seharusnya menjawab setiap permintaan.

Mungkin kita kerap berlaku seperti anak perempuan si pembuat boneka. Kita mendikte Tuhan, apa yang harus Tuhan lakukan untuk mengatasi masalah kita. Kita tidak mau memercayakan masalah kita pada cara-Nya. Padahal, sebagaimana pembuat boneka lebih tahu bagaimana memperbaiki boneka buatannya, Tuhan pasti lebih tahu apa yang kita butuhkan untuk keluar dari masalah. Berhentilah meniru kebiasaan iblis yang berusaha mendikte apa yang harus Tuhan lakukan. Dia sudah tahu –SL

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 29, 2011

Bukan Sekedar Kata

29 May 2011

Bacaan Setahun :
   Ayub 1-3

Nats :
Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik (Matius 6:5)

Bukan Sekadar Kata

Matius 6:5-8

Seorang anak kecil tersesat di hutan. Ketika seorang pemburu menemukannya, anak itu tampak sedang berdoa. Sambil memeluk anak itu si pemburu berkata, “Jangan takut Nak, saya akan mengantarmu pulang dengan selamat.” Anak itu menjawab, “Saya tidak takut kok, Pak. Saya tahu Tuhan akan mengirimkan seseorang untuk menolong saya.” Pemburu itu heran, “Dari mana kamu tahu? Tadi waktu tiba di sini, saya mendengar kamu berdoa tetapi hanya menyebutkan huruf A-B-C-D-E-F-G. Apa maksudnya?” tanyanya. “Saya tidak tahu harus berdoa bagaimana, Pak. Jadi, saya sebutkan saja semua huruf; dari A sampai Z. Terserah Tuhan menyusunkan huruf-huruf itu menjadi doa untuk saya. Tuhan tahu yang terbaik, ” jawab anak itu polos.

Doa bukan sekadar kata-kata, tetapi menyangkut hati. Kata-kata doa yang bagus, teruntai indah, tidak akan berarti apa-apa jika tidak keluar dari hati. Hanya di mulut. Doa seperti itu ibarat buah-buahan plastik; bagus kulitnya, indah bentuknya, menyerupai bentuk aslinya, tetapi kosong isinya. Sebaliknya doa dengan kata-kata sederhana, yang menurut standar manusia tidak bagus, tetapi keluar dari hati yang tulus, akan besar sekali artinya.

Doa yang tidak keluar dari hati adalah doa yang munafik (ayat 5). Berdoa bukan untuk menjalin hubungan dan komunikasi dengan Tuhan, melainkan untuk pamer diri dan mendapat pujian manusia. Tuhan tidak berkenan dengan doa semacam ini. Baiklah kita ingat, bahwa kita berdoa kepada Tuhan. Bukan manusia. Sehingga kita akan selalu berpatokan pada standar Allah, bukan standar manusia –AYA

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 28, 2011

Tekun Menahan Tekanan

28 May 2011

Bacaan Setahun :
   Ester 8-10

Nats :
Sesungguhnya kita menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun (Yakobus 5:11)

Tekun Menahan Tekanan

Yakobus 5:7-11

Tekun itu banyak gunanya. Kita kerap mendengar nasihat orangtua: “Tekunlah belajar …” atau “Tekunlah dalam mengerjakan sesuatu ….” Dengan ketekunan, hasil dalam pekerjaan dan belajar bisa dicapai dengan baik. Dan, tekun harus dimulai dan dilatih dari sesuatu yang kecil.

Ketekunan juga berguna dalam hidup sebagai orang percaya, sebab ada banyak tekanan yang muncul sebagai konsekuensi dari iman yang kita miliki. Yakobus bahkan memberi anjuran agar umat Tuhan tidak hanya tekun bekerja, tetapi juga tekun dalam menderita. Ini bukan berarti umat diminta memilih jalan penderitaan dan karenanya mencari penderitaan. Bukan! Maksudnya, agar tatkala menghadapi penderitaan, umat Tuhan tidak menjadi patah semangat. Bahkan, penderitaan yang dihadapi dan disikapi secara kristiani akan menghasilkan kesaksian yang menguatkan banyak orang. Orang akan melihat dan belajar bagaimana kita menghadapi, berjuang, jatuh bangun, dan menang atas penderitaan. Sudah banyak tokoh iman yang membuktikan bahwa ketekunan dalam menghadapi penderitaan setidaknya menghasilkan dua hal: kehidupan rohani yang semakin tangguh dan keteladanan yang memberkati hidup orang lain khususnya yang menyaksikan pergulatan kita dengan penderitaan itu (ayat 11).

Apakah Anda sedang menderita mungkin dalam karier, atau studi, atau keluarga demi iman Anda? Jika ya, ingatlah bahwa Anda sedang berada di jalan yang sama dengan para nabi yang “telah berbicara demi nama Tuhan” (ayat 10). Ketekunan Anda dalam mengelola penderitaan akan menjadi berkat bagi diri sendiri dan sesama –DKL

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 27, 2011

5 Wisdoms

INSPIRASI HARI INI MENGENAI :
5 Wisdoms

1.If you are right, then there is no need to get angry.

And if you are wrong then you don’t have any right to get angry.

[Jika Anda benar, maka Anda tidak perlu marah
Dan jika Anda salah, maka Anda tidak layak marah.]

2.Patience with family is love
Patience with others is respect. 
Patience with self is confidence. 

[Sabar dengan keluarga, itu namanya cinta
Sabar dengan orang lain, itu namanya respek
Sabar dengan diri sendiri, itulah kepercayaan diri.]

3.Never think hard about past, It brings tears.
Don’t think more about future, It brings fears.
Live this moment with a smile, It brings cheers…

[Jangan berpikir terlalu keras mengenai masa lalu, hal itu membawa air mata
Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa ketakutan
Hiduplah saat ini dengan senyuman, hal itu akan membawa sukacita.] 

4.Every test in our life makes us bitter or better. 
Every problem comes to make us or break us.
Choice is ours, whether we become victim or victorious.

[Setiap cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik
Setiap masalah datang untuk membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali
Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi seorang pecundang atau pemenang!] 

5.Search a beautiful heart, not a beautiful face. 
Beautiful things are not always good, but good things are always beautiful.

[Temukan hati yang indah/tulus, bukan wajah yang rupawan.
Hal-hal yang indah tidak selalu baik, namun hal-hal yang baik selalu indah!
‎​†♥※..ĞΌĎ в₤ềśs Ü..※♥†

Oleh: onewords | Mei 27, 2011

Baana Dan Rekhab

27 May 2011

Bacaan Setahun :
   Ester 5-7

Nats :
Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar (Amsal 2:20)

Baana Dan Rekhab

2 Samuel 4

Baana dan Rekhab adalah dua kepala gerombolan yang berpihak atau bekerja kepada Isyboset, anak dari Raja Saul. Kepala gerombolan adalah seorang perwira yang memimpin sebuah pasukan. Sebagai pemimpin pasukan, tentunya mereka adalah orang-orang yang terikat dengan sumpah untuk terus setia sebagai prajurit Saul. Namun, tidak demikian dengan Baana dan Rekhab. Ketika mereka melihat posisi keluarga Saul semakin melemah dengan tewasnya sang jenderal, yaitu Abner, mereka menilai bahwa posisi untuk tetap setia kepada keluarga Saul, tidaklah menguntungkan. Itu sebabnya mereka mulai mempertimbangkan untuk beralih menjadi pengikut Daud.

Dengan konsep berpikir untung dan rugi, maka mulailah Baana dan Rekhab merancang sebuah rencana untuk membunuh Isyboset dengan maksud agar mereka dianggap berjasa oleh Daud. Akan tetapi, apa yang mereka pikirkan ternyata meleset. Apa yang tadinya mereka anggap sebagai keuntungan, ternyata menghasilkan celaka bagi mereka. Daud marah dan menganggap mereka berdua melakukan kesalahan besar dengan membunuh Isyboset sehingga akhirnya mereka berdua dibunuh karena apa yang telah mereka perbuat.

Melihat sebuah peluang dalam kehidupan dengan pola pikir untung dan rugi, tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi, apabila tidak berhati-hati, kita bisa terseret pada pemikiran pragmatis ekstrem dengan menghalalkan segala cara demi mendapat keuntungan. Oleh sebab itu, Amsal menasihatkan agar kita tetap menempuh jalan orang baik dan jalan yang benar. Supaya kita tidak terjatuh kepada dosa hanya karena mengejar keuntungan –RY

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 26, 2011

Ezra

26 May 2011

Bacaan Setahun :
   Ester 2-4

Nats :
Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel (Ezra 7:10)

Ezra

Ezra 7:1-10

Tujuh puluh tahun setelah rombongan pertama bangsa Israel kembali dari pembuangan Babel ke Yerusalem, Ezra turut kembali dari pembuangan. Ezra adalah seorang dari garis keturunan Harun, yang telah dididik untuk menjadi imam. Ia adalah seorang yang banyak belajar dari tulisan-tulisan orang bijak Media Persia, tulisan-tulisan para nabi dan raja, dan teristimewa dari Taurat Tuhan yang diberikan melalui Musa. Dari semua itu, ia berusaha memahami, mengapa Tuhan sampai menghukum bangsanya dengan pembuangan. Dan, ketika ia sudah mengetahui kehendak Tuhan, serta apa yang berkenan kepada-Nya, ia bertekad mengajarkannya kepada kaum sebangsanya, agar mereka bertobat (ayat 10).

Tuhan pun membukakan jalannya untuk kembali, yakni melalui perkenan raja Artahsasta (ayat 6). Tuhan melindunginya dalam perjalanan berbulan-bulan yang harus ia tempuh (ayat 9). Dan, sesampai di Yerusalem, Ezra sungguh memberi dirinya untuk menyampaikan kebenaran; ia berdoa memohonkan ampun atas dosa-dosa umat (Ezra 9). Ia juga menegur umat dan meminta mereka kembali pada jalan Tuhan khususnya dalam hal perkawinan campuran yang mereka lakukan dengan wanita-wanita dari bangsa asing (Ezra 10).

Mempelajari dan memahami firman Tuhan, itu satu hal. Namun, membagikannya agar orang lain juga mengerti dan turut melakukan firman Tuhan, adalah hal lain. Ezra tak hanya ingin menjadi ahli Taurat. Ia tak menyimpan pengetahuannya untuk kepentingan sendiri. Ia membagikan pengertian yang ia peroleh kepada umat Tuhan, karena ia rindu mereka kembali hidup dalam rancangan Tuhan. Maukah kita mengikuti jejaknya? –AW

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 25, 2011

Malaikat

25 May 2011

Bacaan Setahun :
   Nehemia 12-13
   Ester 1

Nats :
Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka (Mazmur 34:8)

Malaikat

Mazmur 91:9-16

Beberapa tahun silam, ketika saya dan istri membawa putra kami berobat, pencuri masuk ke rumah kami. Laptop saya dicuri. Namun, saya tidak begitu sedih bahkan saya bersyukur kepada Tuhan. Sebab hanya laptop yang dicuri, sementara putri kami yang saat itu ada di rumah bersama pengasuhnya tidak mengalami kejadian buruk apa pun. Padahal si pencuri sempat ke kamarnya, sebab terlihat sidik jari si pencuri di tirai jendela. Puji Tuhan, saat itu putri kami sedang tidak di kamar. Tak seperti biasa, ia terus bermain di lantai bawah sampai kami pulang. Kala si pencuri beroperasi, seperti ada yang “menahannya” untuk tidak ke loteng dan masuk ke kamar.

Mazmur 91 adalah sebuah madah kepercayaan, tentang perlindungan Tuhan bagi orang yang “hatinya melekat kepada-Ku” (ayat 14). Dan, perlindungan itu dipercayakan Tuhan kepada para utusan yang dinamai: malaikat (ayat 11). Malaikatlah yang melindungi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di perapian yang menyala-nyala (Daniel 3:23-25). Para malaikatlah yang membentengi Elisa di Dotan (2 Raja-raja 6:13-17). Malaikatlah yang menjumpai Yosua menjelang penaklukan atas Yerikho (Yosua 5:13-15). Malaikat pulalah yang membebaskan Petrus dari penjara (Kisah Para Rasul 12:7-10).

Kita semua bertanggung jawab menjaga diri sendiri. Akan tetapi, ada kalanya kita tak mampu melakukannya sendiri. Pada saat seperti itu, tak jarang Tuhan menghadirkan “penjaga” yang diutus untuk menolong kita. Setelah saat kritis lewat, ia pergi. Kehidupan berlanjut. Kita pun kembali bertanggung jawab menjaga diri. Anda punya pengalaman serupa kisah saya di atas? Saya yakin, “penjaga” itu adalah malaikat-Nya! –PAD

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 24, 2011

Ayah Terhebat

24 May 2011

Bacaan Setahun :
   Nehemia 9-11

Nats :
Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya (Ulangan 7:9)

Ayah Terhebat

Ulangan 7:1-11

Dick dan Rick Hoyt adalah ayah dan anak yang mengagumkan. Rick Hoyt adalah penyandang cacat cerebral palsy tak dapat berbicara atau berjalan. Namun ketika ia berkeinginan untuk ikut triatlon, Dick ayahnya rela berlari mendorong kereta beserta Rick di atasnya, berenang melintasi samudra sambil menarik perahu dengan Rick di dalamnya, dan mengayuh sepeda tandem dengan Rick di bagian depan. Dick susah-payah melakukannya bukan untuk menjadi pemenang, melainkan untuk menunjukkan cintanya yang besar kepada putranya. Walau Rick memiliki keterbatasan, sang ayah tak membatasi kasihnya.

Dalam bacaan hari ini kita juga diingatkan akan kasih Allah yang besar kepada bangsa Israel, bangsa yang dipilih Tuhan untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan karena kehebatan maupun jumlahnya, melainkan semata-mata karena Allah mengasihi bangsa yang kerap bertegar tengkuk ini. Dia menuntun mereka keluar dari tanah Mesir, menolong mereka menaklukkan setiap musuh, dan memelihara mereka secara ajaib dari hari ke hari, sampai mereka masuk ke tanah perjanjian.

Siapakah kita ini sehingga Allah begitu mengasihi kita tanpa memandang dosa kita sebagai cacat? Bahkan, dalam keadaan kita yang berdosa pun, Dia menunjukkan kasih-Nya yang terbesar dengan mengurbankan Putra-Nya untuk mengangkat kita dari kubangan dosa dan memberi kita hidup berkemenangan. Dia sungguh adalah Ayah terhebat yang mau memberi segala yang terbaik bagi kita. Apabila begitu besar kasih dari Ayah terhebat kita itu, adakah kita perlu merasa gentar menjalani hidup ini? –SR

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Mei 23, 2011

Dianggap Baik

23 May 2011

Bacaan Setahun :
   Nehemia 6-8

Nats :
Orang-orang yang telah Kubiarkan diangkut ke Babel itu Kuanggap seperti buah ara yang bagus-bagus ini; karena itu Aku, Tuhan, Allah Israel, akan memperlakukan mereka dengan baik (Yeremia 24:5, BIS)

Dianggap Baik

Yeremia 24

Penelitian selama 25 tahun di Universitas Tel Aviv mendapati bahwa kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh pengharapan orang lain atas kinerjanya. Dalam satu percobaan, manajer sebuah kantor cabang bank dibagi dua. Kelompok A diberi tahu bahwa karyawan mereka luar biasa; kelompok B tidak diberi tahu apa-apa tentang potensi karyawan mereka. Sebenarnya potensi kedua kelompok karyawan itu sama. Nyatanya, manajer kelompok A membuahkan hasil yang lebih bagus, baik dari laba maupun kesuksesan ekonomis secara menyeluruh. Hal serupa ditemukan juga di sekolah, kalangan militer, dan berbagai badan sosial lain.

Pengharapan yang baik mengandung daya ubah yang luar biasa. Prinsip itu bersumber dari Allah sendiri, seperti yang dapat kita pelajari ketika Dia “mengubah” bangsa Israel yang dibuang ke Babel. Pertama, Dia “menganggap” mereka seperti buah ara yang bagus (ayat 5). Mereka tidak baik, tetapi Dia menganggap mereka baik dan memperlakukan mereka dengan baik (bandingkan dengan Roma 4:5). Sesudah itu, Dia “memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku” (ayat 7). Dia mengubahkan hati mereka sehingga mereka menjadi umat Allah yang sungguh-sungguh. Bukankah itu anugerah pembenaran dan kelahiran kembali?

Lalu, bagaimana menerapkannya secara horisontal? Kita ingin anak, murid, karyawan, dan tetangga kita semua baik, tetapi bisa jadi mereka menjengkelkan. Maukah kita lebih dulu mengasihi mereka, mengharapkan yang terbaik dari mereka (1 Korintus 13:5), menganggap mereka baik, dan memperlakukan mereka dengan baik? –ARS

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.