Oleh: onewords | Oktober 17, 2010

Memeriksa Diri

Ratapan 3:25-40

Seorang pengusaha hotel kecil jengkel karena para tamu menuntut diperlakukan seperti tamu di hotel berbintang lima. Sering mereka mengumpat dengan wajah marah. Lama-kelamaan ia memperhatikan, betapa jeleknya wajah orang saat marah. Dari situ didapatinya sebuah ide. Ia taruh sebuah cermin besar dengan lampu terang di belakang meja resepsionis. Setiap tamu yang marah bisa melihat dengan jelas wajahnya sendiri yang jelek di cermin. Cara itu ternyata membuat orang cepat sadar, lalu berhenti marah.

Dengan bercermin, orang bisa menyadari kesalahannya. Dalam hidup rohani, bercermin artinya memeriksa diri. Introspeksi. Menyelidiki apakah hati kita masih lurus di hadapan Tuhan atau mulai terpikat pada jalan yang berdosa. Dalam kitab Ratapan, Yeremia menyatakan perlunya memeriksa diri. Perhatikan ungkapan yang ia pakai. Menurutnya, seorang muda yang enerjik pun harus belajar “menanti dengan diam” (ayat 26), “duduk sendirian dan berdiam diri” (ayat 28), “merebahkan diri dengan muka dalam debu” (ayat 29), bahkan siap menanggung hukuman (ayat 32, 33). Semuanya menyatakan sikap merendahkan hati. Rela dikoreksi dan berpaling kepada Tuhan jika sudah sesat.

Kesibukan dan rutinitas kerja bisa membuat kita jarang memeriksa diri. Padahal setiap hari kita berbicara, juga membuat rencana dan keputusan. Kapan terakhir kita merenungkan: apakah perkataan saya menyakiti orang? Apakah rencana saya seturut dengan kehendak Tuhan? Apakah keputusan saya bijak dan benar? Sama seperti mobil perlu diperiksa (tune up) secara berkala agar kondisinya tetap prima, hati kita pun perlu di-tune up! –JTI

Bacaan Setahun :
Yesaya 53-55
2 Tesalonika 1

Nats :
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan (Ratapan 3:40)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 16, 2010

Tetap Menjadi Berkat

Mazmur 92:13-16

Opa Lukas sudah hampir delapan puluh tahun usianya, tetapi masih tampak sangat sehat untuk orang sebayanya. Setiap hari ia selalu jalan pagi atau berenang selama 15-30 menit. Tidak pernah absen ke gereja, kecuali sedang sakit. Aktif di Persekutuan Lansia di gereja. Ramah, murah senyum, suka humor. Pernah ia sakit dan dirawat seminggu di rumah sakit, dan selama ia di situ hampir semua perawat dan dokter di rumah sakit mengenalnya. Ketika sudah cukup kuat berjalan, ia mengunjungi pasien lain, sekadar menyapa dan mendoakan. Kalau ditanya, apa resepnya hingga tetap sehat dan bersemangat, maka jawabnya, “Semua berkat Tuhan. Opa selalu memanjatkan syukur kepada Tuhan.”

Sudah lama para ahli sepakat, bahwa ada korelasi yang erat antara hubungan dengan Tuhan dan hidup sehat. Di Inggris pernah dilakukan survei kepada para lansia. Hasilnya, kakek nenek yang hidupnya dekat dengan Tuhan; rajin membaca Alkitab, berdoa dan beribadah, umumnya mereka lebih bisa bersukacita dan bersyukur dalam hidupnya. Secara fisik pun mereka lebih sehat, tidak rewel, dan lebih mampu bersosialisasi.

Hal yang sama dikatakan oleh pemazmur dalam bacaan Alkitab hari ini, bahwa orang benar-yaitu mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan (ayat 14), akan bertunas seperti pohon korma dan akan tumbuh subur seperti pohon aras Libanon (ayat 13). Pohon korma adalah pohon yang ketika semakin tua, buahnya semakin manis. Sedang pohon aras Libanon, semakin tua batangnya semakin bagus untuk dibuat mebel. Artinya, mereka akan senantiasa menjadi berkat, bahkan sampai masa tuanya –AYA

Bacaan Setahun :
Yesaya 50-52
1 Tesalonika 5

Nats :
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mazmur 92:15)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Mumbai – Luar biasa! Siapapun akan berdecak kagum melihat rumah supermegah milik orang terkaya di India ini. Rumah seluas 37 ribu meter persegi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas wah.

Gedung pencakar langit yang diberi nama Antilia, yang diambil dari nama sebuah pulau mitos di Atlantik itu memiliki 27 lantai!

Di dalam rumah milik milyuner Mukesh Ambani itu terdapat fasilitas kesehatan lengkap dengan ruang gym dan studio tari. Ada pula ballroom dan bahkan gedung bioskop dengan 50 tempat duduk. Juga dilengkapi dengan areal parkir mobil yang bisa menampung sekitar 160 mobil.

Ditambah lagi dengan taman-taman gantung di empat lantai yang memungkinkan pohon-pohon kecil tumbuh di alam terbuka. Bahkan di atap gedung tersedia tiga landasan helikopter (helipad). Rumah fantastis di Kota Mumbai tersebut dilengkapi pula dengan sembilan lift.

Menurut harian Telegraph, Sabtu (16/10/2010), gedung yang tingginya mencapai 173 meter tersebut dibangun dengan menghabiskan dana sekitar 630 juta poundsterling atau sekitar Rp 9 triliun!

Gedung tersebut dibangun dengan tiga materi utama: baja, kaca dan ubin. Itulah yang membuat gedung Antilia itu terlihat modern dan futuristik.

Keluarga Ambani akan tinggal di beberapa lantai teratas. Dari sana mereka bisa menikmati pemandangan spektakuler Laut Arab dan Mumbai.

Rumah itu bukan cuma dihuni oleh Ambani, istri, ketiga anaknya serta ibunya, namun sekitar 600 orang juga akan tinggal di rumah tersebut. Mereka akan menjadi staf rumah tangga yang bertugas mengurus dan merawat rumah tersebut.

Keluarga Ambani rencananya akan menggelar pesta syukuran rumah mereka pada 28 Oktober mendatang.

Ambani bukan cuma terkaya di India namun juga merupakan orang terkaya keempat di dunia menurut majalah Forbes. Menurut Forbes, kekayaan Ambani saat ini ditaksir mencapai sekitar US$ 29 miliar atau sekitar Rp 261 triliun!

Ambani merupakan pemilik Reliance Industries, konglomerasi bisnis India yang bergerak di bidang petrokimia, pertambangan, pembangkit, serta minyak dan gas. Kini, kerajaan bisnisnya terus merambah bidang-bidang lain.

Oleh: onewords | Oktober 16, 2010

Nada Pujian

Mazmur 150

Jika Anda pernah menonton film Tarzan, Anda pasti ingat salah satu perilaku Tarzan di film tersebut, yaitu bersuara sambil membuat gerakan seperti memukul dada dengan kedua tangannya bergantian. Perilaku ini diadaptasi Tarzan saat ia dibesarkan oleh keluarga gorila di hutan Afrika.

Gorila adalah satu di antara empat kera besar langka yang ada di dunia saat ini. Kebiasaan memukul dada, bukan merupakan perilaku yang tanpa makna. Ada yang hendak disampaikan gorila lewat gerak dan bunyi yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Pukulan dengan tempo lambat, tetapi singkat dan menimbulkan bunyi pelan terkadang hanya berarti sapaan, “Hai!” Tempo yang cepat dan panjang sering digunakan untuk menunjukkan eksistensi, kadang juga untuk menarik perhatian lawan jenis. Sedangkan jika dilakukan dengan keras dan menimbulkan suara kuat, bisa berarti ia merasa terusik.

Saya senang memperhatikan vokalisasi satwa, terutama ketika mereka berinteraksi di kelompoknya. Saya bersyukur atas setiap nada yang Tuhan beri di alam semesta. Harmoni yang tercipta menunjukkan bahwa Tuhan begitu sempurna mencipta dan memperlengkapi segala yang bernapas dengan kemampuan untuk memuji Dia.

Kitab Mazmur diakhiri dengan sebuah ayat pendek: “Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan! Haleluya!” Jika margasatwa dan desau tanaman bisa menyenandungkan nada yang membuat hati bersyukur atas kebesaran Sang Pencipta, apalagi kita sebagai manusia. Bukan hanya melalui nyanyian dalam ibadah, melainkan juga lewat tutur kata dan perbuatan yang mengajak siapa saja ikut men-syukuri keagungan Tuhan –SL

Bacaan Setahun :
Yesaya 47-49
1 Tesalonika 4

Nats :
Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan! Haleluya! (Mazmur 150:6)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 15, 2010

Gerakan Matikan BB

‎​​‎​Aku dan adik sayang mama
Tapi maaf ma.

Mengapa saat adik menangis kehausan,
Mama masih asyik BerBBM
Mengapa saat aku tidak bisa mengerjakan PR
Mama selalu bilang coba dulu pikir sendiri, sambil mata melotot ke BB
Mengapa saat aku tidak bisa memasang tali sepatu. Mama selalu menyuruh mbak untuk membantunya, sambil tangan mama lincah menyentuh BB

Aku dan adik sayang Papa
Tetapi, maaf Pa

Mengapa saat mama minta tolong ambilkan pampers untuk adik. Papa selalu bilang ambil sendiri, sambil tertawa di depan layar BB
Mengapa saat aku mengajak main bola. Papa selalu bilang papa lagi capek, tapi tanpa lelah balas BBM
Mengapa papa sekarang jarang sekali menyanyikan lagu saat membobokkan adik. Tapi papa asyik terus pegang BB
Mengapa papa sekarang jarang sekali baca cerita saat sebelum tidur. Tapi papa selalu pegang BB saat membobokkan aku

Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf pa ma
Aku dan adik jadi benci BB, padahal papa mama menyayanginya
Karena sejak ada BB, papa jarang cium aku
Karena bila pegang BB, mama kalau ditanya PR selalu marah-marah
Karena bila ada bunyi BB, papa selalu melepaskan gendongan adik
Karena sejak ada BB, mama hanya bisa tertawa dengan BB
Karena sejak kerajingan BB, papa jarang maen perang-perangan lagi denganku

Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf pa ma
Aku pernah ajak adik berdoa, semoga BB papa mama selalu low bat.
Aku pernah ajak adik berdoa, mudah-mudah wajahku berubah jadi BB. Biar papa mama selalu pandangi aku terus
Aku pernah Ajak adik berdoa, supaya BB papa mama ketinggalan di kantor. Biar Aku dan adik bisa bersenang-senang seperti dulu lagi
Aku pernah ajak adik berdoa, supaya semua orang di rumah ini tidak beli BB kayak papa mama. Agar kalau papa mama mengacuhkan aku, aku bisa main dengan mereka

Papa dan Mama

Maafin aku dan adik

Dr Widodo Judarwanto SpA
Save Our Children

Oleh: onewords | Oktober 14, 2010

Tips Membaca Alkitab Bersama Anak

Jadwal anak anda sehari-hari mungkin terdiri dari mandi, tidur siang dan tidur malam. Tapi pasti selalu masih ada waktu 5 menit yang kosong untuk membaca Alkitab. Berikut adalah poin-poinnya:

• Tentukan waktu membaca Alkitab yang rutin. Cobalah untuk melakukannya pada waktu yang kira-kira sama setiap harinya, mungkin setelah sarapan atau sebelum makan malam.

• Bacalah cerita-cerita dari Alkitab anak-anak. Gunakan Alkitab anak-anak atau Alkitab bergambar. Jangan terlalu panjang-panjang ceritanya, cukup yang singkat saja. Beberapa anak senang memegang Alkitab pada saat anda membacakannya. Menggunakan boneka tangan untuk bercerita pasti sangat menyenangkan.

• Perkenalkan bahan-bahan cerita lainnya. Buku mewarnai yang berisi cerita Alkitab juga merupakan cara yang baik sekali untuk membagikan suatu cerita.

• Peragakan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita. Apabila di cerita Alkitab tersebut terdapat benda-benda yang terdapat di rumah anda, gunakanlah. Benda pendukung yang dapat dilihat membuat sebuah cerita menjadi nyata bagi anak-anak. Jika anda sedang membaca mengenai bahtera Nuh, ambil bantal kursi untuk dijadikan bahtera, lalu taruh mainan binatang-binatangan di atasnya.

• Nyanyikan lagu-lagu yang menyenangkan dan riang. Anda bisa memulai waktu membaca Alkitab dengan menyanyikan lagu-lagu rohani yang anda bisa dapatkan di toko-toko buku Kristen. Melompat-lompatlah dan bertepuk tangan.

• Berikan ayat untuk dihapal. Pilihlah sebuah ayat dari Alkitab dan hapalkan setiap hari sampai anak anda dapat mengingatnya. Latihlah dengan cara meminta dia mengisi kata yang hilang.

• Buatlah doa yang mudah dan ringan bagi anak anda. Pada awalnya, anda harus memberikan contoh doa yang simpel. Seperti, “Terima kasih, Tuhan untuk matahari. Terima kasih untuk hari ini. Amin.” Setelah beberapa saat, tanyakan pada anak anda apakah ada yang ingin dia doakan.

• Bersabarlah. Kadang-kadang, waktu membaca Alkitab harus dipersingkat karena anak-anak mengantuk atau sedang tidak mood. Tujuannya adalah supaya tetap berkomitmen untuk tetap mempertahankan rutinitas membaca Alkitab yang positif sebanyak mungkin. Hal itu akan menjadi bagian dari hari-hari anak anda yang berkata: “Mari ambil waktu untuk bersenang-senang dengan Tuhan!” (Lynne M. Thompson)

Sumber : terangdunia.com

Oleh: onewords | Oktober 14, 2010

Beda Jalan

Yesaya 55:6-11

Dua anak menemukan sebuah kantong berisi dua belas butir kelereng. Mereka berdebat soal pembagian kelereng itu dan memutuskan untuk mendatangi seorang bapak yang mereka anggap bijak. Ketika diminta menengahi, bapak itu bertanya, mereka mau kelereng itu dibagi menurut keadilan manusia atau keadilan Tuhan. Anak-anak itu menjawab, “Kami mau yang adil. Jadi, bagilah menurut keadilan Tuhan.” Sang bapak pun menghitung kelereng tersebut, lalu memberikan tiga butir kepada salah satu anak, dan sembilan butir kepada anak yang lain. Pertanyaan sang bapak mengingatkan kita bahwa terkadang ada perbedaan besar antara keadilan yang diberikan manusia dan Allah.

Jalan Tuhan, pikiran dan rencana-Nya, jauh berbeda dari jalan manusia. Standar kebenaran dan keadilan-Nya juga lain dari standar manusia. Seperti langit dan bumi bedanya-kiasan Yesaya itu masih kita pakai sampai sekarang. Manusia hanya melihat sepotong gambar, Allah melihat gambar itu secara menyeluruh. Manusia hanya mengamati tindakan lahiriah, Tuhan sanggup menilik sampai ke relung hati yang paling dalam. Apa yang dianggap baik oleh Tuhan, bisa jadi malah dianggap jahat oleh manusia. Ketika kita berharap mendapat bagian sama rata, Tuhan membagikan karunia menurut keperluan masing-masing orang. Apa yang kita rasa lamban, bagi Dia indah pada waktunya.

Adakah harapan kita yang belum terwujud sampai saat ini? Atau, adakah doa yang sudah sekian lama kita panjatkan, tetapi kita belum kunjung melihat titik terang jawaban-Nya? Mungkin Tuhan bukannya berdiam diri. Bisa jadi Dia justru sedang menjawabnya secara tak terduga: menurut jalan-Nya, bukan menurut jalan kita –ARS

Bacaan Setahun :
Yesaya 45-46
1 Tesalonika 3

Nats :
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu (Yesaya 55:9)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 13, 2010

Kehilangan Kesempatan

2 Samuel 18:33-19:8

Patrick Beckert adalah atlet speed skating asal Jerman di Olimpiade Musim Dingin, Februari 2010 di Vancouver, Kanada. Pada babak penyisihan, Beckert hanya berada di posisi ke-4, sehingga gagal masuk ke babak final. Ia begitu kecewa, sehingga memutuskan untuk pergi meninggalkan base camp-nya dan mematikan telepon selularnya. Tidak disangka, Enrico Fabis, atlet Italia pemegang dua medali emas, menarik diri dari pertandingan final karena cedera. Maka, terbukalah peluang untuk Beckert bertanding di babak final. Akan tetapi, karena tidak bisa dihubungi, Beckert pun akhirnya kehilangan kesempatan berharga yang diimpi-impikannya itu.

Kesedihan mendalam juga dialami Daud ketika mendengar kabar kematian Absalom, anaknya yang memberontak. Ia sungguh berduka, sehingga ia menarik diri dari tentaranya yang telah berjuang untuknya. Untunglah Yoab mengingatkan Daud tentang apa yang masih dimiliki dan layak disyukurinya (ayat 5, 6), sehingga Daud pun tidak terus larut dalam kesedihan dan terhindar dari kehilangan yang lebih besar lagi, yaitu orang-orang yang setia kepadanya (ayat 7, 8).

Dalam menjalani kehidupan ini, kita pun bisa saja mengalami kekecewaan; ketika harapan tidak terwujud, atau apa yang kita idam-idamkan hilang lenyap. Dalam situasi demikian, yang perlu selalu kita ingat adalah: jangan tenggelam dan berlarut-larut dengan kesedihan. Selain tidak akan menyelesaikan masalah, itu bisa mengundang kehilangan yang lain; mungkin kesempatan berharga, sahabat, atau bahkan kesehatan. Dan yang pasti, kita akan kehilangan rasa syukur atas apa yang ada. Sayang sekali, bukan? –AYA

Bacaan Setahun :
Yesaya 43-44
1 Tesalonika 2

Nats :
Oleh sebab itu, bangunlah, pergilah ke luar dan berbicaralah menenangkan hati orang-orangmu (2 Samuel 19:7)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 13, 2010

Doa Hampa

Lukas 6:12-16

Sebuah lagu lama berlirik menegur: Sering kali aku berdoa/hanya karena tak ingin dicela/Namun kini kusadar Tuhan, seharusnya ku datang/Dengan segenap rindu dari lubuk hatiku/Dengan hasrat yang tulus/Karena ku cinta pada-Mu/Tak hanya memikirkan berkat yang Kauberikan/Sungguh hanya karena ku mengasihi-Mu Yesus.

Kalau mau jujur, kerap kali yang keluar dari mulut kita adalah doa yang “sekadar berdoa”-doa sebatas menjalankan aktivitas rutin, mengucap kata-kata hafalan tanpa penghayatan, atau sekadar menunaikan kewajiban. Doa hanya karena tak mau dicela orang lain. Bahkan, kadang-kadang juga doa yang terburu-buru. Pokoknya jika sudah berdoa, hati sudah merasa tenang sebab kewajiban sudah terlaksana. Padahal, sejatinya doa tidak seperti itu. Doa harus lebih banyak berisi tentang ungkapan hati dan kasih kepada Tuhan. Dalam bacaan hari ini, Yesus berdoa semalam-malaman, sebab lewat doa, Dia menjalin hubungan dengan Bapa. Melalui doa, Dia mencurahkan isi hati-Nya dan menangkap kehendak Bapa-Nya.

Jika doa kita hanya berisi kata-kata yang kosong, maka tak ada bedanya kita berdoa seperti orang Farisi. Mereka berdoa dengan bibirnya, tetapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan (Matius 7:6). Doa bukan agar dipuji orang, tetapi agar hati terarah kepada Allah. Doa bukan kewajiban, tetapi doa harus merupakan sebuah kerinduan. Jika doa hanya dilakukan karena motivasi-motivasi dangkal se-macam ini, maka akan lahir doa-doa yang hampa. Namun, jika sebuah doa lahir karena kerinduan, maka itulah yang mengetuk hati Tuhan –PK

Bacaan Setahun :
Yesaya 41-42
1 Tesalonika 1

Nats :
Dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah (Lukas 6:12)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 12, 2010

Sakit Hati

Nehemia 4:1-6

Orang sulit. Begitulah julukan bagi orang yang mudah tersinggung. Ia sering merasa diejek atau dihina, padahal orang lain tidak bermaksud apa-apa. Ketika kita berbisik-bisik, ia mengira kita membicarakannya. Saat lupa mengucapkan salam atau terlambat membalas SMS, ia pikir kita memusuhinya. Ia bagai kentang berkulit tipis. Sedikit saja tergores, sudah merasa sakit hati.

Sanbalat, Gubernur Samaria (Israel Utara), berambisi menguasai Israel Selatan, termasuk kota Yerusalem. Melihat Nehemia pulang dari pembuangan dan memimpin pembangunan tembok Yerusalem, ia tersinggung. Sakit hati. Dikiranya Nehemia ingin menarik simpati rakyat. Tebar pesona. Sanbalat merasa popularitasnya terancam, padahal Nehemia sama sekali tidak punya itikad buruk. Ia membangun tembok hanya sebagai wujud bakti kepada Tuhan dan bangsanya. Karena hatinya terluka, Sanbalat berusaha balas melukai hati Nehemia. Ia mengejek. Mengolok-olok. Mengeluarkan pernyataan sinis agar para pekerja patah semangat. Upaya itu tidak mempan, sebab Nehemia tidak membiarkan dirinya dikuasai sakit hati. Perkara itu ia serahkan kepada Tuhan, lalu ia pun kembali bekerja.

Apakah Anda cepat tersinggung? Sering salah paham? Rasa sakit hati bisa membuat Anda bersikap membela diri. Ingin balas melukai, padahal belum tentu orang tersebut bermaksud buruk kepada Anda. Orang yang cepat tersinggung akan dijauhi orang! Belajarlah dari Nehemia. Sakit hati tak perlu dibalas dengan menyakiti hati orang, yang terbaik hanyalah dengan mencurahkan isi hati kepada Tuhan –JTI

Bacaan Setahun :
   Yesaya 39-40
   Kolose 4

Nats :
Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi (Nehemia 4:1)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.