Oleh: onewords | Oktober 21, 2010

Melayani Hamba Tuhan

3 Yohanes 1:1-10

Pada masa awal perkembangan kekristenan, di kawasan Asia kecil ada orang-orang yang melayani sebagai penginjil keliling. Itu sebabnya, ketika tiba di suatu tempat asing, mereka selalu perlu tempat bermalam. Namun, saat itu tidak banyak tempat yang dapat dijadikan tempat singgah. Dari situlah muncul kebiasaan di jemaat untuk mengundang para penginjil keliling ke rumah, agar jemaat dapat menyediakan tempat bermalam dan makanan bagi mereka. Rasul Yohanes sangat menghargai pelayanan para anggota jemaat yang setia dan sedia mendukung pelayanan para penginjil keliling dengan cara demikian.

Gayus, adalah salah seorang yang melakukan pelayanan ini. Ia setia memberi pelayanan dan dukungan bagi orang-orang yang sama sekali asing dan belum ia kenal-para penginjil keliling itu (ayat 5). Namun, ada juga sosok seperti Diotrefes. Ia menolak para penginjil keliling singgah di rumahnya. Bahkan, menghalangi anggota jemaat lain menerima para penginjil di rumah mereka. Dalam situasi demikian, Yohanes mengatakan bahwa sesungguhnya mereka yang mau menyambut para penginjil keliling, telah mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan (ayat 8). Dengan kata lain, mereka telah menjadi mitra pelayanan-rekan sekerja, yang sama berartinya.

Mungkin kita adalah anggota jemaat biasa. Namun, kita dapat mendukung pelayanan para hamba Tuhan lewat hal-hal sederhana. Kita bisa berdoa bagi para hamba Tuhan; bisa juga menyediakan sarana pendukung bagi pelayanan para hamba Tuhan. Dengan demikian, kita telah turut dalam usaha mereka untuk menyebarkan firman Allah –SS

Bacaan Setahun :
Yesaya 65-66
1 Timotius 2

Nats :
Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh menjadi rekan-rekan sekerja untuk kebenaran (3 Yohanes 1:8)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 21, 2010

Mati

2 Tawarikh 9:29-31

Kuburan tua itu tidak terurus. Beberapa batu batanya sudah copot. Tanaman liar tumbuh tinggi di sekelilingnya. Walau bekas-bekas kemegahannya dulu masih tampak; tiang penyangga berlapis keramik di bagian tengah, juga kayu jati berukir ikan dan ular yang menaungi batu nisan. Di batu nisan itulah tulisan ini tertera: “Hidup ini fana. Demikianlah kiranya ujung dari kehidupan. Pun mereka yang memegang jabatan setinggi langit; menggenggam kekayaan sebanyak pasir di laut.” Konon, itu kuburan seorang pedagang kaya raya yang hidup jauh sebelum zaman kemerdekaan.

Begitulah, akhir kehidupan di dunia: kematian. Maka sebetulnya, aneh kalau ada saja orang yang sampai mau mengorbankan apa pun, menghalalkan segala cara, termasuk cara-cara yang kotor dan keji, demi meraih atau mempertahankan jabatan dan kekayaan. Sebab toh pada akhirnya semua itu akan ditinggalkan juga. Tidak akan dibawa mati.

Bacaan Alkitab hari ini menceritakan babak terakhir dari kehidupan Salomo, persis setelah perikop sebelumnya memaparkan tentang segala kejayaannya (2 Tawarikh 9:13-28). Dengan urut-urutan perikop demikian, penulis 2 Tawarikh seolah-olah mau mengatakan, betapa pun hebatnya manusia, ia tetap makhluk fana. Di batas akhir hidupnya, yang tinggal hanyalah seonggok kenangan.

Pesan untuk kita, jangan dimabukkan oleh jabatan dan jangan lupa diri karena harta kekayaan. Apalagi kalau karena itu, lalu kita mau berbuat apa saja, mengorbankan apa saja. Jangan. Sebab semua itu tidak abadi. Pada akhirnya, cepat atau lambat akan kita tinggalkan –AYA

Bacaan Setahun :
Yesaya 62-64
1 Timotius 1

Nats :
Kemudian Salomo mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud, ayahya (2 Tawarikh 9:31)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 20, 2010

Doa Syafaat

Kejadian 18:23-33

Bayangkanlah cerita Alkitab hari ini seperti situasi digelarnya sebuah pengadilan. Kota Sodom dan Gomora sedang dituntut. Allah ialah Hakimnya. Jaksa penuntut diperankan oleh banyak orang yang berkeluh-kesah tentang kedua kota itu. Abraham tampil membela pihak tertuduh dengan argumentasinya yang gigih.

Dalam sebuah pengadilan, peran seorang advokat atau pengacara yang membela pihak yang bersalah, sangatlah penting. Pembelaannya di depan hakim akan menentukan nasib si tertuduh. Dengan “keberanian” yang mengagumkan, Abraham melakukan “tawar-menawar” dengan Tuhan tentang jadi atau tidaknya hukuman dijatuhkan atas Sodom dan Gomora. Kesepakatan pun akhirnya diperoleh. Hukuman tetap akan dilaksanakan. Akan tetapi perhatikanlah, Allah secara luar biasa menyatakan kemurahan-Nya. Dia menjalankan misi penyelamatan atas Lot dan keluarganya. Mengapa? Karena Dia “ingat kepada Abraham”! Sungguh sebuah catatan yang menggetarkan hati.

Saya teringat pada syair sebuah lagu pop rohani yang berbunyi, “Bila kau rasa sepi dan hatimu pun sedih, ingatlah seorang mendoakanmu”. Doa syafaat adalah seruan permohonan kepada Tuhan, yang dipanjatkan seseorang untuk orang lain. Dan Tuhan memedulikannya. Abraham berseru kepada Tuhan atas nama Lot, sehingga Lot dan keluarganya diselamatkan. Tuhan mengingat seruan Abraham tentang Lot. Kita semua pasti pernah dan sedang diberkati karena seseorang mendoakan kita. Namun sebaliknya, biarlah ada juga seseorang yang sedang diberkati karena Allah mengingat doa-doa kita –PAD

Bacaan Setahun :
Yesaya 59-61
2 Tesalonika 3

Nats :
…maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu (Kejadian 19:29)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 18, 2010

Pertengkaran Saudara

Bilangan 12

Sebuah peribahasa Vietnam berkata, “Kedekatan saudara sekandung itu seperti kedekatan tangan dengan kaki.” Maka, sebenarnya pihak-pihak itu tak bisa saling melukai, sebab sakitnya akan terasa oleh semua.

Selama berpuluh tahun Miryam dan Harun setia menyertai dan mendukung Musa-adik mereka-dalam memimpin bangsa Israel. Namun pada satu titik, mereka iri pada hubungan pribadi Musa yang istimewa dengan Tuhan-bahkan Tuhan berbicara kepadanya muka dengan muka (ayat 8). Hingga Miryam dan Harun tega berkata tajam, “Sungguhkah Tuhan berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” (ayat 1, 2). Dan atas sikap tersebut, Tuhan bertindak. Dia memanggil, menegur mereka, dan menghukum Miryam (ayat 10). Syukurlah mereka segera menyadari kedaulatan Tuhan. Musa dan Harun pun memintakan ampun atas Miryam, supaya ia dipulihkan (ayat 11-13).

Hubungan saudara-bersaudara terkadang bisa diwarnai pertengkaran-pada segala usia; dari anak-anak hingga ketika semua sudah sama-sama dewasa bahkan usia lanjut, seperti Musa ber-saudara. Topiknya bisa beragam; kasih yang dirasa berbeda dari orangtua, pinjam meminjam uang atau pembagian warisan, perasaan kurang beruntung dibanding yang lain, dan sebagainya. Segala sesuatu bisa terjadi. Maka, izinkan Tuhan terlibat dalam kehidupan kita berkeluarga. Hingga ketika perselisihan terjadi, Tuhan menolong kita melihat keadaan sebenarnya, dan mendapati jalan keluar yang baik bagi semua. Sambil tetap berusaha menjaga hubungan yang rukun, saling percaya dan menerima, serta saling mendoakan –AW

Bacaan Setahun :
Yesaya 56-58
2 Tesalonika 2

Nats :
… perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:…seorang…yang menimbulkan pertengkaran saudara (Amsal 6:16,19)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 17, 2010

Memeriksa Diri

Ratapan 3:25-40

Seorang pengusaha hotel kecil jengkel karena para tamu menuntut diperlakukan seperti tamu di hotel berbintang lima. Sering mereka mengumpat dengan wajah marah. Lama-kelamaan ia memperhatikan, betapa jeleknya wajah orang saat marah. Dari situ didapatinya sebuah ide. Ia taruh sebuah cermin besar dengan lampu terang di belakang meja resepsionis. Setiap tamu yang marah bisa melihat dengan jelas wajahnya sendiri yang jelek di cermin. Cara itu ternyata membuat orang cepat sadar, lalu berhenti marah.

Dengan bercermin, orang bisa menyadari kesalahannya. Dalam hidup rohani, bercermin artinya memeriksa diri. Introspeksi. Menyelidiki apakah hati kita masih lurus di hadapan Tuhan atau mulai terpikat pada jalan yang berdosa. Dalam kitab Ratapan, Yeremia menyatakan perlunya memeriksa diri. Perhatikan ungkapan yang ia pakai. Menurutnya, seorang muda yang enerjik pun harus belajar “menanti dengan diam” (ayat 26), “duduk sendirian dan berdiam diri” (ayat 28), “merebahkan diri dengan muka dalam debu” (ayat 29), bahkan siap menanggung hukuman (ayat 32, 33). Semuanya menyatakan sikap merendahkan hati. Rela dikoreksi dan berpaling kepada Tuhan jika sudah sesat.

Kesibukan dan rutinitas kerja bisa membuat kita jarang memeriksa diri. Padahal setiap hari kita berbicara, juga membuat rencana dan keputusan. Kapan terakhir kita merenungkan: apakah perkataan saya menyakiti orang? Apakah rencana saya seturut dengan kehendak Tuhan? Apakah keputusan saya bijak dan benar? Sama seperti mobil perlu diperiksa (tune up) secara berkala agar kondisinya tetap prima, hati kita pun perlu di-tune up! –JTI

Bacaan Setahun :
Yesaya 53-55
2 Tesalonika 1

Nats :
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan (Ratapan 3:40)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 16, 2010

Tetap Menjadi Berkat

Mazmur 92:13-16

Opa Lukas sudah hampir delapan puluh tahun usianya, tetapi masih tampak sangat sehat untuk orang sebayanya. Setiap hari ia selalu jalan pagi atau berenang selama 15-30 menit. Tidak pernah absen ke gereja, kecuali sedang sakit. Aktif di Persekutuan Lansia di gereja. Ramah, murah senyum, suka humor. Pernah ia sakit dan dirawat seminggu di rumah sakit, dan selama ia di situ hampir semua perawat dan dokter di rumah sakit mengenalnya. Ketika sudah cukup kuat berjalan, ia mengunjungi pasien lain, sekadar menyapa dan mendoakan. Kalau ditanya, apa resepnya hingga tetap sehat dan bersemangat, maka jawabnya, “Semua berkat Tuhan. Opa selalu memanjatkan syukur kepada Tuhan.”

Sudah lama para ahli sepakat, bahwa ada korelasi yang erat antara hubungan dengan Tuhan dan hidup sehat. Di Inggris pernah dilakukan survei kepada para lansia. Hasilnya, kakek nenek yang hidupnya dekat dengan Tuhan; rajin membaca Alkitab, berdoa dan beribadah, umumnya mereka lebih bisa bersukacita dan bersyukur dalam hidupnya. Secara fisik pun mereka lebih sehat, tidak rewel, dan lebih mampu bersosialisasi.

Hal yang sama dikatakan oleh pemazmur dalam bacaan Alkitab hari ini, bahwa orang benar-yaitu mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan (ayat 14), akan bertunas seperti pohon korma dan akan tumbuh subur seperti pohon aras Libanon (ayat 13). Pohon korma adalah pohon yang ketika semakin tua, buahnya semakin manis. Sedang pohon aras Libanon, semakin tua batangnya semakin bagus untuk dibuat mebel. Artinya, mereka akan senantiasa menjadi berkat, bahkan sampai masa tuanya –AYA

Bacaan Setahun :
Yesaya 50-52
1 Tesalonika 5

Nats :
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mazmur 92:15)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Mumbai – Luar biasa! Siapapun akan berdecak kagum melihat rumah supermegah milik orang terkaya di India ini. Rumah seluas 37 ribu meter persegi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas wah.

Gedung pencakar langit yang diberi nama Antilia, yang diambil dari nama sebuah pulau mitos di Atlantik itu memiliki 27 lantai!

Di dalam rumah milik milyuner Mukesh Ambani itu terdapat fasilitas kesehatan lengkap dengan ruang gym dan studio tari. Ada pula ballroom dan bahkan gedung bioskop dengan 50 tempat duduk. Juga dilengkapi dengan areal parkir mobil yang bisa menampung sekitar 160 mobil.

Ditambah lagi dengan taman-taman gantung di empat lantai yang memungkinkan pohon-pohon kecil tumbuh di alam terbuka. Bahkan di atap gedung tersedia tiga landasan helikopter (helipad). Rumah fantastis di Kota Mumbai tersebut dilengkapi pula dengan sembilan lift.

Menurut harian Telegraph, Sabtu (16/10/2010), gedung yang tingginya mencapai 173 meter tersebut dibangun dengan menghabiskan dana sekitar 630 juta poundsterling atau sekitar Rp 9 triliun!

Gedung tersebut dibangun dengan tiga materi utama: baja, kaca dan ubin. Itulah yang membuat gedung Antilia itu terlihat modern dan futuristik.

Keluarga Ambani akan tinggal di beberapa lantai teratas. Dari sana mereka bisa menikmati pemandangan spektakuler Laut Arab dan Mumbai.

Rumah itu bukan cuma dihuni oleh Ambani, istri, ketiga anaknya serta ibunya, namun sekitar 600 orang juga akan tinggal di rumah tersebut. Mereka akan menjadi staf rumah tangga yang bertugas mengurus dan merawat rumah tersebut.

Keluarga Ambani rencananya akan menggelar pesta syukuran rumah mereka pada 28 Oktober mendatang.

Ambani bukan cuma terkaya di India namun juga merupakan orang terkaya keempat di dunia menurut majalah Forbes. Menurut Forbes, kekayaan Ambani saat ini ditaksir mencapai sekitar US$ 29 miliar atau sekitar Rp 261 triliun!

Ambani merupakan pemilik Reliance Industries, konglomerasi bisnis India yang bergerak di bidang petrokimia, pertambangan, pembangkit, serta minyak dan gas. Kini, kerajaan bisnisnya terus merambah bidang-bidang lain.

Oleh: onewords | Oktober 16, 2010

Nada Pujian

Mazmur 150

Jika Anda pernah menonton film Tarzan, Anda pasti ingat salah satu perilaku Tarzan di film tersebut, yaitu bersuara sambil membuat gerakan seperti memukul dada dengan kedua tangannya bergantian. Perilaku ini diadaptasi Tarzan saat ia dibesarkan oleh keluarga gorila di hutan Afrika.

Gorila adalah satu di antara empat kera besar langka yang ada di dunia saat ini. Kebiasaan memukul dada, bukan merupakan perilaku yang tanpa makna. Ada yang hendak disampaikan gorila lewat gerak dan bunyi yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Pukulan dengan tempo lambat, tetapi singkat dan menimbulkan bunyi pelan terkadang hanya berarti sapaan, “Hai!” Tempo yang cepat dan panjang sering digunakan untuk menunjukkan eksistensi, kadang juga untuk menarik perhatian lawan jenis. Sedangkan jika dilakukan dengan keras dan menimbulkan suara kuat, bisa berarti ia merasa terusik.

Saya senang memperhatikan vokalisasi satwa, terutama ketika mereka berinteraksi di kelompoknya. Saya bersyukur atas setiap nada yang Tuhan beri di alam semesta. Harmoni yang tercipta menunjukkan bahwa Tuhan begitu sempurna mencipta dan memperlengkapi segala yang bernapas dengan kemampuan untuk memuji Dia.

Kitab Mazmur diakhiri dengan sebuah ayat pendek: “Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan! Haleluya!” Jika margasatwa dan desau tanaman bisa menyenandungkan nada yang membuat hati bersyukur atas kebesaran Sang Pencipta, apalagi kita sebagai manusia. Bukan hanya melalui nyanyian dalam ibadah, melainkan juga lewat tutur kata dan perbuatan yang mengajak siapa saja ikut men-syukuri keagungan Tuhan –SL

Bacaan Setahun :
Yesaya 47-49
1 Tesalonika 4

Nats :
Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan! Haleluya! (Mazmur 150:6)

Copyright – SABDA.org – http://www.sabda.org/publikasi/e-rh

Oleh: onewords | Oktober 15, 2010

Gerakan Matikan BB

‎​​‎​Aku dan adik sayang mama
Tapi maaf ma.

Mengapa saat adik menangis kehausan,
Mama masih asyik BerBBM
Mengapa saat aku tidak bisa mengerjakan PR
Mama selalu bilang coba dulu pikir sendiri, sambil mata melotot ke BB
Mengapa saat aku tidak bisa memasang tali sepatu. Mama selalu menyuruh mbak untuk membantunya, sambil tangan mama lincah menyentuh BB

Aku dan adik sayang Papa
Tetapi, maaf Pa

Mengapa saat mama minta tolong ambilkan pampers untuk adik. Papa selalu bilang ambil sendiri, sambil tertawa di depan layar BB
Mengapa saat aku mengajak main bola. Papa selalu bilang papa lagi capek, tapi tanpa lelah balas BBM
Mengapa papa sekarang jarang sekali menyanyikan lagu saat membobokkan adik. Tapi papa asyik terus pegang BB
Mengapa papa sekarang jarang sekali baca cerita saat sebelum tidur. Tapi papa selalu pegang BB saat membobokkan aku

Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf pa ma
Aku dan adik jadi benci BB, padahal papa mama menyayanginya
Karena sejak ada BB, papa jarang cium aku
Karena bila pegang BB, mama kalau ditanya PR selalu marah-marah
Karena bila ada bunyi BB, papa selalu melepaskan gendongan adik
Karena sejak ada BB, mama hanya bisa tertawa dengan BB
Karena sejak kerajingan BB, papa jarang maen perang-perangan lagi denganku

Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf pa ma
Aku pernah ajak adik berdoa, semoga BB papa mama selalu low bat.
Aku pernah ajak adik berdoa, mudah-mudah wajahku berubah jadi BB. Biar papa mama selalu pandangi aku terus
Aku pernah Ajak adik berdoa, supaya BB papa mama ketinggalan di kantor. Biar Aku dan adik bisa bersenang-senang seperti dulu lagi
Aku pernah ajak adik berdoa, supaya semua orang di rumah ini tidak beli BB kayak papa mama. Agar kalau papa mama mengacuhkan aku, aku bisa main dengan mereka

Papa dan Mama

Maafin aku dan adik

Dr Widodo Judarwanto SpA
Save Our Children

Oleh: onewords | Oktober 14, 2010

Tips Membaca Alkitab Bersama Anak

Jadwal anak anda sehari-hari mungkin terdiri dari mandi, tidur siang dan tidur malam. Tapi pasti selalu masih ada waktu 5 menit yang kosong untuk membaca Alkitab. Berikut adalah poin-poinnya:

• Tentukan waktu membaca Alkitab yang rutin. Cobalah untuk melakukannya pada waktu yang kira-kira sama setiap harinya, mungkin setelah sarapan atau sebelum makan malam.

• Bacalah cerita-cerita dari Alkitab anak-anak. Gunakan Alkitab anak-anak atau Alkitab bergambar. Jangan terlalu panjang-panjang ceritanya, cukup yang singkat saja. Beberapa anak senang memegang Alkitab pada saat anda membacakannya. Menggunakan boneka tangan untuk bercerita pasti sangat menyenangkan.

• Perkenalkan bahan-bahan cerita lainnya. Buku mewarnai yang berisi cerita Alkitab juga merupakan cara yang baik sekali untuk membagikan suatu cerita.

• Peragakan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita. Apabila di cerita Alkitab tersebut terdapat benda-benda yang terdapat di rumah anda, gunakanlah. Benda pendukung yang dapat dilihat membuat sebuah cerita menjadi nyata bagi anak-anak. Jika anda sedang membaca mengenai bahtera Nuh, ambil bantal kursi untuk dijadikan bahtera, lalu taruh mainan binatang-binatangan di atasnya.

• Nyanyikan lagu-lagu yang menyenangkan dan riang. Anda bisa memulai waktu membaca Alkitab dengan menyanyikan lagu-lagu rohani yang anda bisa dapatkan di toko-toko buku Kristen. Melompat-lompatlah dan bertepuk tangan.

• Berikan ayat untuk dihapal. Pilihlah sebuah ayat dari Alkitab dan hapalkan setiap hari sampai anak anda dapat mengingatnya. Latihlah dengan cara meminta dia mengisi kata yang hilang.

• Buatlah doa yang mudah dan ringan bagi anak anda. Pada awalnya, anda harus memberikan contoh doa yang simpel. Seperti, “Terima kasih, Tuhan untuk matahari. Terima kasih untuk hari ini. Amin.” Setelah beberapa saat, tanyakan pada anak anda apakah ada yang ingin dia doakan.

• Bersabarlah. Kadang-kadang, waktu membaca Alkitab harus dipersingkat karena anak-anak mengantuk atau sedang tidak mood. Tujuannya adalah supaya tetap berkomitmen untuk tetap mempertahankan rutinitas membaca Alkitab yang positif sebanyak mungkin. Hal itu akan menjadi bagian dari hari-hari anak anda yang berkata: “Mari ambil waktu untuk bersenang-senang dengan Tuhan!” (Lynne M. Thompson)

Sumber : terangdunia.com

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.